REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menilai pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla menandai babak baru perjuangan kemerdekaan Palestina. Menurut dia, isu Palestina kini telah melampaui batas geografis maupun identitas keagamaan, dan berkembang menjadi gerakan kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Anis dalam wawancara khusus dengan Republika di Jakarta, Senin (8/6/2026). "Global Sumud Flotilla ini adalah pertanda bahwa narasi perjuangan Palestina sudah keluar dari Palestina. Ia sudah menjadi milik umat manusia, menjadi milik warga dunia," kata Anis.
Menurut dia, perjuangan Palestina saat ini tidak lagi hanya diperjuangkan oleh bangsa Palestina atau negara-negara Arab, melainkan oleh masyarakat internasional yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Anis mengatakan, selama lebih dari tiga dekade mengikuti perkembangan isu Palestina, ia melihat perjuangan tersebut telah mengalami perubahan narasi yang sangat mendasar.
Ia menjelaskan, fase pertama berlangsung sejak berdirinya Israel pada 1948 hingga akhir 1980-an. Pada periode itu, isu Palestina lebih banyak dipandang sebagai konflik Arab-Israel sehingga keterlibatan masyarakat internasional relatif terbatas.
"Narasinya ketika itu adalah konflik antara bangsa Arab dan Israel. Karena itu banyak pihak melihatnya sebagai persoalan regional," ujarnya.
Menurut Anis, fase kedua muncul pada dekade 1990-an seiring berkembangnya gerakan-gerakan Islam dan meningkatnya perhatian dunia Muslim terhadap isu Palestina. Pada periode ini, perjuangan Palestina berkembang menjadi isu yang melibatkan solidaritas umat Islam secara lebih luas.
Namun, sejak Israel melakukan genosida di Gaza pada 2023, perjuangan Palestina memasuki fase ketiga yang jauh lebih luas cakupannya.
"Ini adalah fase kemanusiaan versus anti-kemanusiaan. Karena itu spektrum dukungannya menjadi jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya," kata Anis.
Ia menilai kehadiran warga dari berbagai negara, terutama negara-negara Eropa, dalam Global Sumud Flotilla menunjukkan bahwa isu Palestina kini telah berubah menjadi gerakan kemanusiaan global.
"Global Sumud Flotilla menjadi pertanda bahwa perjuangan Palestina telah memasuki tahapan baru, yaitu sebagai isu kemanusiaan universal," ujarnya.
.png)
6 hours ago
5

















































