Video Utuh Visitasi UIN Jakarta di Triguna dan SDIP Pamulang Jelaskan Kronologi Faktual

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Beredar di sosial media video lengkap kegiatan visitasi dan sosialisasi yang dilakukan Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di lingkungan Triguna dan SDIP Pamulang.

Video tersebut memberikan gambaran yang berbeda dari sejumlah narasi yang sebelumnya beredar di media sosial.

Saat dikonfirmasi media kuasa hukum UIN Jakarta, Alwani, yang akhirnya melihat video tersebut mengatakan bahwa video tersebut merupakan gambaran utuh dari apa yang terjadi. Tapi, justru diputarbalikkan faktanya.

Dari video yang beredar tersebut, lanjut Alwani, justru membantah berbagai tuduhan mengenai adanya penyerbuan, pengerahan massa oleh pihak kampus, hingga dugaan kekerasan yang menyebabkan korban luka berat tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Dia mengatakan, video yang beredar secara utuh justru memperlihatkan kronologi yang sebenarnya. Kegiatan visitasi dan sosialisasi dilakukan secara terbuka dan resmi oleh pihak Rektorat UIN dan Kementerian Agama.

“Video itu jelas meluruskan sejumlah informasi yang berkembang agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang,” kata Alwanih.

Menurut Alwanih, tuduhan bahwa pihak rektorat melakukan penyerbuan tidak berdasar. Dia menjelaskan, Rektor UIN Jakarta beserta jajaran datang secara baik-baik untuk melakukan sosialisasi dan visitasi terkait status satuan pendidikan yang berada di bawah UIN Jakarta.

Dalam rekaman video, kata dia, rombongan rektorat terlihat memasuki lokasi dengan cara yang santun dan bahkan menyapa Ilham Aufa yang merupakan mantan Ketua Yayasan. Namun, sambutan yang diterima justru tidak kondusif.

“Dalam video terdengar jelas adanya perintah yang disampaikan oleh Ilham Aufa dengan kalimat, ‘Perintah saya tidak boleh dibuka’, yang kemudian diikuti dengan penutupan akses,” ujar Alwanih.

Dia juga membantah narasi yang menyebut pihak kampus mengerahkan massa. Berdasarkan fakta di lapangan, justru terdapat puluhan orang yang menghadang kegiatan sosialisasi dan menutup akses gerbang sekolah.

“Orang-orang tersebut bukan bagian dari civitas akademika maupun pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap kegiatan sosialisasi. Mereka menghalangi kegiatan resmi yang dilakukan Rektorat,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |