Nelayan berada di tepi sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Nelayan memperbaiki perahunya di atas sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Nelayan memperbaiki perahunya di atas sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Nelayan berada di tepi sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026).
Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai oleh sedimentasi lumpur yang menumpuk di tepi hingga di tengah sungai sehingga menghambat perahu untuk berlayar.
sumber : Antara Foto
.png)
1 hour ago
1

















































