REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Direktorat Pengelola Dana Abadi Telkom University menggandeng Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk berinvestasi pada instrumen syariah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara Private Placement senilai Rp 11,5 miliar. Dana tersebut berasal dari dana abadi universitas tahun 2026 yang telah mencapai Rp 57,5 miliar.
Rektor Telkom University Prof Suyanto mengatakan kerja sama dengan BWI dan investasi sukuk dilakukan untuk memperkuat kemandirian finansial institusi sekaligus memperluas dampak keberlanjutan pendidikan melalui pengelolaan dana yang aman, transparan, dan akuntabel.
Ia mengatakan investasi yang dilakukan telah disetujui Dewan Pengarah Dana Abadi Yayasan Pendidikan Telkom dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Prof Suyanto menilai langkah rebalancing portofolio ini diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan investasi secara signifikan.
"Tahap awal, Telkom University menempatkan dana sebesar Rp 11,5 miliar pada instrumen Sukuk Negara Private Placement melalui kemitraan dengan Badan Wakaf Indonesia," kata dia, Selasa (16/6/2026).
Ia mengatakan instrumen SBSN menawarkan estimasi tingkat imbal hasil yang kompetitif pada kisaran 6,5 hingga 6,9 persen per tahun. Dengan strategi investasi ini, Telkom University menargetkan perolehan net return investasi hingga Rp 2,5 miliar pada akhir 2026.
Prof Suyanto melanjutkan, esensi dana abadi tidak hanya terletak pada penghimpunan dana, tetapi juga pada kemampuannya untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menyebutkan, sepanjang periode 2017–2026 dana abadi Telkom University telah menyalurkan Rp 2,13 miliar kepada 4.783 penerima manfaat.
Ia mengatakan sebanyak 78,6 persen dari total penyaluran dialokasikan untuk program beasiswa pendidikan mahasiswa. Sementara itu, 21,4 persen disalurkan untuk mendukung riset dosen dan mahasiswa, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program sosial yang melibatkan sivitas akademika.
Ke depan, ia mengatakan hasil pengelolaan dana abadi akan dimanfaatkan untuk memperluas kuota beasiswa, mendukung percepatan riset yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, serta memperkuat berbagai program pengembangan kapasitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan komunitas kampus.
.png)
1 hour ago
1

















































