Sedekah Online Masih Sepi, Baznas: Bukan Sebuah Kemunduran  

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai masih rendahnya penggunaan platform digital untuk bersedekah bukan merupakan sebuah kemunduran. Sebaliknya, fenomena tersebut mencerminkan realitas sosiologis masyarakat Muslim Indonesia yang masih memandang sedekah sebagai pengalaman spiritual yang sarat dengan kedekatan emosional.

Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, mayoritas umat Islam di Indonesia tidak sekadar memindahkan dana ketika bersedekah, tetapi juga ingin merasakan kebahagiaan batin melalui interaksi langsung dengan penerima manfaat.

"Sebagai Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kami melihat data dan fenomena ini bukan sebagai sebuah kemunduran, melainkan sebagai sebuah realitas sosiologis sekaligus tantangan besar bagi lembaga amil zakat di era digital ini," ujar Zainut saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, ada ikatan emosional yang membuat masyarakat merasa lebih puas ketika dapat melihat secara langsung senyum kebahagiaan mustahik atau penerima manfaat. Selain itu, pertemuan langsung antara pemberi dan penerima juga memberikan rasa mantap terkait keabsahan akad penyerahan sedekah dari sisi fikih.

Di sisi lain, Zainut mengakui bahwa rendahnya penggunaan kanal digital juga menjadi evaluasi bagi lembaga pengelola zakat. Menurut dia, masih ada persoalan kepercayaan yang membuat masyarakat ragu apakah dana yang disalurkan secara online benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerimanya.

"Angka 95 persen ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa ekosistem digital filantropi Islam masih memiliki tantangan besar dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat masih khawatir apakah uang yang mereka klik di layar ponsel benar-benar sampai ke tangan yang berhak," ucapnya.

Karena itu, Baznas berkomitmen memperkuat transparansi dan akuntabilitas layanan digital. Zainut mengatakan pihaknya akan terus mengaudit sistem digital dan menghadirkan laporan penyaluran yang lebih transparan, real time, dan personal bagi para muzaki.

Menurut dia, Baznas juga tidak akan memaksakan transformasi digital secara kaku. Strategi yang ditempuh adalah memadukan kemudahan teknologi dengan kehangatan interaksi langsung yang selama ini menjadi bagian penting dalam budaya filantropi umat Islam.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |