Reksa Dana Jadi Pilihan Investasi Pemula, Bisa Mulai dari Rp 10.000

6 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investasi selama ini kerap dianggap membutuhkan modal besar dan pengetahuan yang tidak sederhana. Namun, belakangan sebagian masyarakat mulai menemukan cara yang lebih mudah untuk memulai.

Bukan lewat saham yang pergerakannya naik turun tajam, melainkan melalui reksa dana, instrumen yang memungkinkan investasi dimulai dari nominal kecil, bahkan Rp 10.000. Pilihan ini makin dilirik karena relatif mudah diakses dan dikelola oleh profesional. Bagi banyak orang, reksa dana menjadi langkah awal untuk masuk ke dunia investasi tanpa harus memahami seluruh dinamika pasar keuangan.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, menjelaskan reksa dana merupakan wadah penghimpunan dana masyarakat yang kemudian diinvestasikan ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, hingga pasar uang. Ia mengibaratkannya seperti "gado-gado", satu produk dengan berbagai isi.

"Kalau belum tahu cara memilih saham atau obligasi, bisa lewat reksa dana. Tinggal pilih produknya, pengelolaannya dilakukan oleh profesional," ujar Lolita dalam Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI 2026 di Ruang Seminar, Tower 2 Lantai 1 IDX Jakarta, Senin (20/4/2026).

Dalam praktiknya, pengelolaan dan penyimpanan dana dilakukan oleh pihak yang berbeda. Manajer investasi mengelola portofolio, sementara dana investor disimpan di bank kustodian.

Skema ini membuat dana tidak tercampur dengan aset manajer investasi maupun bank kustodian. Selain itu, setiap produk reksa dana harus memperoleh pernyataan efektif dan berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investor juga dapat memantau investasinya melalui laporan berkala, mulai dari laporan bulanan hingga nilai aktiva bersih (NAB) yang diperbarui secara rutin. Kemudahan akses menjadi salah satu pendorong pertumbuhan reksa dana. Saat ini, investasi bisa dilakukan secara daring melalui berbagai platform dan dimulai dari nominal kecil.

"Kalau mau menjangkau lebih banyak masyarakat, memang harus terjangkau," kata Lolita.

Namun, tingkat partisipasi masyarakat masih relatif rendah. Investor pasar modal baru berada di kisaran 7 hingga 8 persen dari total populasi.

Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional Otoritas Jasa Keuangan, M Maulana, menyebut kontribusi reksa dana terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sekitar 4 persen.

"Artinya, peluang kita masih sangat besar," ujarnya. Sebagai perbandingan, kontribusi industri serupa di Thailand dan Malaysia telah melampaui 30 persen dari PDB.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |