Rekam Jejak B-52 Stratofortress yang Jatuh di California: Mengebom Vietnam Hingga Menyerang Iran

1 hour ago 2

Stratofortress B-52H Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara Morón pada 20 Mei 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Jatuhnya Pesawat Boeing B-52 Stratofortress milik militer Amerika Serikat di gurun Mojave, California Selatan, pada Selasa(16/6/2026) membuat badan armada pengebom tersebut meledak dan terbakar. Delapan orang penumpang di dalamnya tewas seketika.

Pesawat yang berusia menjelang satu abad ini telah digunakan dalam berbagai operasi militer oleh AS. Sejak pertama kali mengudara pada tahun 1952, pesawat pembom Boeing B-52 tercatat telah melintasi berbagai medan perang besar, dari Perang Vietnam, Operasi Badai Gurun, perang global melawan teror, hingga dikerahkan untuk melancarkan serangan udara ke Iran.

Komando Sentral AS (CENTCOM) sempat menjelaskan, bahwa pasukan militer Amerika Serikat telah mengerahkan pesawat pembom strategis jenis B-52 Stratofortness tersebut dalam operasi Epic Fury yang diluncurkan pada 28 Februari lalu. Pesawat pembom berat jarak jauh ini berpotensi menjadi armada militer pertama dalam sejarah penerbangan yang mampu mempertahankan masa dinas aktifnya hingga satu abad penuh.

Pada Selasa, CENTCOM mengonfirmasi melalui platform media sosial X bahwa armada B-52—yang dijuluki "Stratosaurus" karena usianya yang sudah tua—telah digunakan dalam serangan terhadap "pos-pos kendali komandan dan rudal balistik."

Menurut data Angkatan Udara AS, B-52H mampu terbang dengan kecepatan subsonik tinggi pada ketinggian mencapai 50.000 kaki. Pesawat ini memiliki kapasitas angkut beban sekitar 70.000 pon ordnance campuran—dari bom, ranjau, hingga rudal—serta mampu membawa senjata nuklir maupun konvensional berpemandu presisi.

Dikutip dari laman militarytimes, sejarawan Carl O. Schuster mencatat, prototipe YB-52 Stratofortress yang pertama kali terbang pada 15 April 1952 merupakan pesawat pembom strategis antarbenua pertama milik Amerika yang sepenuhnya bertenaga mesin jet. Melalui rancangan bodi pesawat yang ringan namun kokoh serta ruang internal yang sangat luas, desain Boeing ini memungkinkan pesawat terus menerima peningkatan teknologi (upgrade) secara berkala hingga memasuki abad ke-21.

Armada B-52D menjadi varian yang paling banyak digunakan ketika Stratofortress diperintahkan untuk mendukung Perang Vietnam pada tahun 1965, sekaligus menjadi tulang punggung kekuatan pembom strategis Amerika.

Menurut sejarawan Stephen Wilkinson, misi B-52 yang paling menonjol di Vietnam terjadi selama Operasi Linebacker II pada Desember 1972. Saat itu, armada pembom dikerahkan selama 11 hari berturut-turut untuk menggempur Hanoi dan kota pelabuhan Haiphong. Kehancuran masif yang ditimbulkan oleh operasi tersebut akhirnya memaksa pihak Vietnam Utara kembali ke meja perundingan. Sejak saat itu, pesawat ini terus digunakan secara berkelanjutan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |