Pramono Akui Biaya Pembongkaran Tiang Monorel Hanya Rp254 Juta, Jelaskan Sisa dari Anggaran Rp100 M

5 days ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pembongkaran itu rencananya akan mulai dilakukan pada Rabu (14/1/3026).

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, anggaran Rp100 miliar itu tidak seluruhnya digunakan untuk pembongkaran tiang-tiang proyek mangkrak tersebut. Menurut dia, anggaran yang digunakan khusus untuk pembongkaran hanya ratusan juta rupiah.

"Anggaran untuk bongkar saja Rp254 juta," kata dia di GI, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, sisa anggaran dari Rp100 miliar itu akan digunakan untuk penataan jalan, trotoar, dan taman, di kawasan Rasuna Said. Artinya, anggaran Rp100 miliar itu bukan hanya digunakan untuk membongkar tiang-tiang monorel. 

"Sehingga dengan demikian, itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh. Jelas ya?" ujar Pramono. 

Pramono memastikan, Pemprov Jakarta akan melakukan pembongkaran tiang-tiang monorel itu besok. Hal itu bahkan sudah diagendakan dalam jadwal Pramono esok hari.

"Besok. Nanti teman-teman wartawan akan dikasih tahu. Pagi harilah," kata dia.

Anggota DPRD Provinsi Jakarta Fraksi Partai Gerindra, Ali Lubis, menyoroti penggunaan anggaran Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel. Menurut dia, angka itu cukup fantatis jika digunakan hanya untuk membongkar tiang-tiang yang bukan merupakan aset Pemprov Jakarta.

"Anggaran daerah atau APBD, apalagi jumlahnya cukup fantastis yaitu Rp100 miliar, karena dana APBD hanya bisa digunakan untuk kepentingan dan aset milik pemerintah daerah," kata dia. 

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta, Yustinus Prastowo, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel. Namun anggaran itu tidak hanya digunakan untuk pembongkaran, melainkan juga penataan jalan dan trotoar.

“Seperti kita ketahui, kawasan Kuningan merupakan pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi. Kuningan adalah wajah Jakarta. Tak kurang dari 11 kantor kedutaan berada di kawasan ini. Selain itu, terdapat jalur LRT dan Transjakarta yang menjadi tumpuan transportasi publik,” kata Prastowo.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |