Kepulangan Puluhan Jamaah Umrah Asal Indamayu Ditunda Gara-Gara Perang AS-Israel Vs Iran

2 hours ago 2

Ilustrasi jamaah umrah.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Situasi yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat perang antara Iran Vs Israel dan Amerika Serikat, berdampak pada jamaah umrah asal Kabupaten Indramayu. Mereka yang sedang berada di Tanah Suci saat ini tidak bisa segera pulang kembali ke Indonesia.

Pemilik Arofah Amanah Travel, Iroh Rohayani, menjelaskan, jamaah umrah yang diberangkatkan pada 22 Februari 2026, saat ini masih berada di Arab Saudi. Namun mengingat adanya konflik yang saat ini melanda Timur Tengah, membuat jadwal kepulangan mereka sementara harus ditunda.

“Alhamdulillah seluruh jamaah selamat di Saudi Arabia. Tapi untuk kepulangannya, sehubungan dengan adanya konflik di Timur Tengah, kondisi yang kurang stabil dan tidak kondusif, untuk sementara jamaah diinapkan dulu di hotel di Saudi,” ujar Iroh, Rabu (4/3/2026).

Ia memastikan, segala kebutuhan konsumsi, akomodasi, serta pendampingan ibadah terhadap para jamaah tetap diberikan. Pihaknya bersama Pemerintah Indonesia dan pihak hotel pun terus memantau kondisi para jamaah dan perkembangan situasi di sana, hingga menjamin mereka kembali selamat tiba di Tanah Air.

“Untuk saat ini jamaah masih ada di hotel di sana. Alhamdulillah dari pihak pemerintah Indonesia dan syarikah yang ada di Saudi Arabia memberikan tanggung jawba penuh,” jelasnya.

Iroh menambahkan, setiap kali keberangkatan rombongan jamaah umrah, pihaknya selalu membentuk grup melalui aplikasi WhatsApp. Melalui grup itulah, komunikasi dengan para jamaah selalu terjalin.

Menurutnya, perkembangan informasi yang diperoleh dari para jamaah itu kemudian disampaikan kepada pihak keluarga. Karenanya, pihak keluarga bisa memperoleh perkembangan informasi agar tetap tenang di tengah situasi yang memanas di Timur Tengah. 

Iroh mengungkapkan, untuk keberangkatan umroh selanjutnya, dijadwalkan pada 30 Maret 2026. Ia berharap kondisi di kawasan Timur Tengah segera aman dan kondusif kembali sehingga jamaah bisa diberangkatkan sesuai jadwal.

“Untuk akhir Maret sudah terdaftar sekitar 40 orang,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |