REPUBLIKA.CO.ID, WATES -- Musim kemarau diprediksi akan mulai melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada akhir April 2026. Sejumlah wilayah pun bersiap menghadapi potensi kekeringan, termasuk Kabupaten Kulonprogo yang masuk dalam daerah terdampak awal.
Di tengah ancaman tersebut, para petani di wilayah ini mulai mendapatkan dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono turun langsung menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Dusun Pereng, Kelurahan Sendang Sari.
Bantuan berupa hand tractor dan pompa air ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian saat pasokan air mulai berkurang.
"Saya memenuhi kebutuhan yang diajukan oleh kelompok tani di Dusun Sendang Sari. Mereka membutuhkan alat-alat pertanian seperti hand tractor dan pompa air untuk menghadapi musim kemarau, agar petani bisa tetap produktivitas dan berproduksi pangan," ujar Mardiono, usai menyerahkan bantuan, Sabtu (25/4/2026).
Mardiono menegaskan dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain memberikan bantuan, Mardiono juga menyemangati petani agar tetap optimistis dalam mengelola lahan di tengah tantangan musim kemarau. Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Ini juga bagian dari upaya kita bersama untuk bersama-sama dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kalau petani kita kuat, produksi pangan kita juga akan terjaga," katanya.
"Para petani harus terus semangat. Bapak Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani dan membantu di berbagai bidang, sehingga petani bisa bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan," ujarnya menambahkn.
Lebih lanjut, Mardiono menilai Kulonprogo memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Di Kulonprogo ini kita lihat potensinya besar. Ini bagian dari lumbung ketahanan pangan, baik untuk DIY maupun nasional, sehingga harus kita jaga bersama," ungkapnya.
Awal Musim Kemarau di DIY
Berdasarkan data dari BMKG, awal musim kemarau di DIY diperkirakan terjadi pada dasarian III April hingga awal Mei 2026. Sebanyak 44 kapanewon di DIY akan mulai memasuki fase ini, termasuk sejumlah wilayah di Kulon Progo seperti Girimulyo, Nanggulan, hingga Temon.
Pemerintah daerah pun mulai melakukan langkah antisipasi. Kepala BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyebut, distribusi air bersih telah disiapkan untuk wilayah rawan terdampak.
"Awal musim kemarau diprediksi terjadi pada dasarian III April 2026, sebagian wilayah pada dasarian I Mei 2026," kata Ruruh.
Untuk Kulonprogo sendiri, disiapkan sekitar 20 tangki air sebagai langkah kesiapsiagaan awal menghadapi potensi kekeringan. Dengan adanya bantuan alat pertanian dan langkah antisipasi pemerintah, diharapkan petani di Kulon Progo tetap mampu menjaga produksi pangan meski musim kemarau mulai datang.
.png)
2 hours ago
2














































