Anastacia Niken Purwandari (36 tahun), ibu dari almarhum Naura Dwi Medyta Putri yang diduga menjadi korban malapraktik di RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Anastacia Niken Wulandari (36 tahun) masih menyimpan pertanyaan besar atas meninggalnya putri bungsunya, Naura Dwi Medyta Putri (3 tahun 11 bulan) pada 28 April lalu setelah menjalani pemeriksaan CT scan di RSUD Prambanan. Merasa ada kejanggalan dalam penanganan medis yang diterima anaknya, Niken melaporkan Direktur dan seorang dokter RSUD Prambanan ke Polda DIY atas dugaan malapraktik.
Menurut Niken, sebelum menjalani pemeriksaan tersebut, kondisi anaknya masih sehat, aktif, dan ceria seperti biasa. Ia menceritakan pada 27 April 2026, ia membawa Naura ke RSUD Prambanan setelah mendapat rujukan dari posyandu dan klinik. Putrinya didiagnosis mengalami mikrosefali karena ukuran lingkar kepala yang dinilai lebih kecil dari standar sehingga dokter menyarankan pemeriksaan CT scan.
"Anak saya itu periksa melingkarnya saja. Terus dokter meminta untuk CT scan, ya sudah saya mengizinkan," kata Niken usai menjalani pemeriksaan di Polda DIY, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan serius pada putrinya saat tiba di rumah sakit. Naura bahkan masih bermain di area bermain anak, melihat buku, menonton video di telepon genggam, hingga makan seperti biasa sambil menunggu jadwal pemeriksaan.
"Dia ceria, masih mainan di ruang bermain anak. Di ruang radiologi pun dia masih makan, masih lihat HP, lihat TV. Masih aktivitas seperti biasa," ujarnya.
Sebelum CT scan dilakukan, Naura mendapatkan tindakan sedasi atau obat penenang melalui suntikan yang diberikan lewat infus. Niken mengatakan putrinya menerima tiga kali suntikan dan ia mendampingi selama proses tersebut berlangsung.
Pada suntikan kedua dan ketiga, Naura sempat menangis dan meminta pulang. Balita tersebut juga meminta bertemu kakaknya. Meski sempat digendong dan ditenangkan, Naura tetap menangis hingga akhirnya tertidur di pelukan ibunya.
"Tiga kali suntikan. Saya mendampingi anak saya, setelah anak saya tidur, saya baru keluar. Setelah saya keluar itu saya enggak tahu di dalam dokter melakukan apa," ucapnya.
.png)
2 hours ago
1

















































