Pemkot Sawahlunto Perkuat Deteksi Dini Stroke Hingga Tingkat Desa

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SAWAHLUNTO, – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mengambil langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini stroke dengan melibatkan aparatur pemerintahan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini juga diiringi dengan penguatan respons layanan puskesmas terhadap warga yang memiliki faktor risiko penyakit tersebut.

"Kami ingin aparatur pemerintah memahami faktor risiko, gejala awal, serta langkah penanganan stroke sehingga dapat membantu menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat dan mendorong deteksi dini," kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi penyakit stroke yang digelar bersama RS Otak M Hatta Bukittinggi di Balai Kota Sawahlunto. Acara tersebut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah.

Menurut Riyanda, aparatur pemerintahan hingga tingkat desa dan kelurahan memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pencegahan stroke.

Respons Cepat Puskesmas

Selain membekali aparatur desa, Wali Kota juga memberikan perhatian khusus pada jajaran puskesmas. Ia meminta agar puskesmas lebih responsif terhadap masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko maupun gejala awal yang mengarah pada stroke.

"Kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecacatan dan dampak kesehatan yang lebih berat akibat keterlambatan penanganan," tegasnya. Ia menilai perkembangan penyakit stroke di Sawahlunto memerlukan perhatian lebih besar sehingga langkah pencegahan yang masif melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini mutlak diperlukan.

Pergeseran Tren Penyakit

Direktur Utama RS Otak M Hatta Bukittinggi, dr Afrizal Hasan, MKM, MARS, QHIA, menjelaskan bahwa tren penyakit saat ini menunjukkan pergeseran signifikan. Banyak penyakit yang muncul bukan lagi disebabkan oleh infeksi, melainkan dipengaruhi oleh pola hidup, termasuk stroke.

"Sebagian besar penyakit yang banyak ditemukan saat ini bukan lagi disebabkan infeksi, tetapi berkaitan dengan pola hidup. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting," katanya. Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan kemampuan mengenali gejala awal merupakan langkah krusial untuk menekan risiko stroke dan penyakit tidak menular lainnya.

RS Otak M Hatta sendiri merupakan satu dari dua rumah sakit khusus otak di Indonesia yang terus memperkuat layanan dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan penanganan penyakit neurologis di masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai faktor risiko stroke, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, pentingnya penanganan cepat, serta layanan kesehatan yang tersedia bagi pasien stroke.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |