Film Bumi Manusia Extended, Kado Seabad Pramoedya Ananta Toer

2 hours ago 1

Konferensi pers film Bumi Manusia Extended di Jakarta pada Rabu (4/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah produksi Falcon Pictures, melalui platform OTT KlikFilm, menghidupkan kembali mahakarya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Ini dilakukan melalui  sebuah format yang barangkali menjadi impian lama para pembaca setianya yaitu Bumi Manusia Extended.

Versi ini bukanlah sekadar film yang diperpanjang durasinya secara teknis. Bumi Manusia Extended mencoba memberikan ruang bagi adegan-adegan yang selama tujuh tahun terakhir terkunci rapat dalam ruang penyuntingan. Tayang eksklusif dalam enam bagian, film ini mulai menyapa penonton pada Kamis (5/3/2026), dan akan tayang setiap Senin dan Kamis.

Kehadiran versi extended ini dinilai sangat tepat momentumnya. Direktur KlikFilm, Frederica, mengatakan proyek ini merupakan kado spesial untuk memperingati satu abad lahirnya sang maestro sastra, Pramoedya Ananta Toer. Menurutnya, karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang terlalu luas untuk dipenjara dalam batasan durasi bioskop yang sempit.

"Dengan merayakan seabad Pram, kami mau merilis film Bumi Manusia Extended. Kita bagi enam part. Terima kasih kepada pihak keluarga yang sudah memberi izin," ujar Frederica pada Rabu (4/3/2026).

Baginya, perilisan ini adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan tontonan berkualitas yang melampaui sekadar hiburan. "Kami percaya karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang tidak cukup hanya diceritakan dalam satu format. Menjelang Lebaran, kami ingin menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkaya batin," kata dia.

Mengingat kembali ke belakang, saat Bumi Manusia pertama kali dirilis di bioskop tujuh tahun silam, ada banyak diskusi yang muncul di kalangan pembaca novelnya. Banyak yang merasa bahwa film tersebut terlalu fokus pada romansa Minke dan Annelies, sementara lapisan sosial-politik dan pergulatan pemikiran yang menjadi fondasi novelnya terasa tersapu oleh tempo yang cepat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |