Pesawat F-16 Milik AS 'Kabur' Usai Dirudal Pertahanan Udara Iran

9 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Serangan udara armada pesawat tempur Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendapat pukulan dari Unit pertahanan udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kantor berita semi militer Tasnim melaporkan, IRGC berhasil memaksa jet tempur F-16 milik Amerika Serikat (AS) yang mencoba melakukan intrusi untuk mundur dari wilayah udara mereka.

"Setelah jet tempur F-16 musuh melanggar wilayah udara Teluk Persia, sistem pertahanan udara IRGC langsung melepaskan tembakan rudal ke arahnya. Jet tempur agresor tersebut kemudian segera melarikan diri dari lokasi kejadian," demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor humas IRGC pada Kamis (11/6) pagi.

Insiden ini terjadi tak lama setelah pihak militer AS mengumumkan dimulainya gelombang agresi baru terhadap wilayah Iran.

Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, dalam gelombang serangan terbaru yang dilancarkan oleh militer AS ke Iran tersebut, sejumlah titik di kawasan pesisir selatan negara itu menjadi target sasaran serangan udara pesawat-pesawat tempur Amerika.

Akan berlangsung lama

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih akan berlangsung hingga Oktober 2027. Pakar Hubungan Internasional Binus University Dinna Prapto Raharja menjelaskan, konflik ini semakin meluas di Timur Tengah, dengan serangan Israel ke Lebanon.

“Menurut saya dengan melihat peta kekuatan Israel, (perang) masih sampai Oktober.. sampai pemilu Israel selanjutnya,” kata Dinna ketika dihubungi ANTARA, Rabu.

Menurut dia, Israel akan tetap melancarkan serangan militer terhadap kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, yang merupakan sekutu Iran dalam menekan Tel Aviv dan kepentingan Washington.

“Israel itu ingin membumihanguskan Beirut sebagai simbol jatuhnya Lebanon,” ujar Dinna.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |