Presiden Indonesia Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Agung Rakyat setelah menghadiri parade militer untuk memperingati 80 tahun penyerahan Jepang pada Perang Dunia II, di Beijing, Rabu (3/9/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperluas jangkauan diplomasi ekonominya di China dengan membuka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu, Provinsi Sichuan. Langkah ini diambil seiring besarnya nilai perdagangan bilateral Indonesia-China yang telah menembus lebih dari 167 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.800 triliun pada 2025.
Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyatakan pembukaan KJRI Chengdu semakin mendekati realisasi setelah Presiden RI menandatangani Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 sebagai dasar hukumnya.
“Hal ini merefleksikan prioritas Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dengan kawasan Tiongkok barat daya, dengan Chengdu di Provinsi Sichuan sebagai ‘gateway’-nya,” kata Djauhari dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, kawasan China barat daya, khususnya Sichuan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai mitra strategis Indonesia. Sejumlah sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi industri dan hilirisasi, energi terbarukan seperti panel surya, kesehatan, pengembangan penyimpanan baterai, hingga ekosistem energi.
Selain kerja sama ekonomi, hubungan antar masyarakat juga terus diperkuat melalui sektor pendidikan, pariwisata, dan budaya. Djauhari mencontohkan kelahiran bayi panda bernama “Ksatrio” di Taman Safari Bogor sebagai simbol eratnya hubungan Indonesia dengan Sichuan yang dikenal sebagai pusat konservasi panda.
Sektor pariwisata pun dinilai semakin menjanjikan, seiring dibukanya penerbangan langsung dari Chengdu ke Jakarta dan Bali. Hal ini diharapkan dapat mendorong arus wisatawan sekaligus mempererat konektivitas kedua wilayah.
Sementara itu, otoritas Provinsi Sichuan menyambut positif rencana pembukaan KJRI tersebut. Party Secretary Partai Komunis China di Sichuan, Wang Xiaohui, menyebut wilayahnya sebagai salah satu pusat ekonomi utama di China dengan produk domestik bruto mencapai sekitar 1 triliun dolar AS pada 2025, serta pertumbuhan ekonomi 5,5 persen.
sumber : Antara
.png)
1 hour ago
2
















































