Merasa Cemas Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Penyebabnya

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi banyak orang, kopi adalah bagian tak terpisahkan dari keseharian. Selain karena cita rasanya yang enak, kandungan kafein dalam kopi juga mampu meningkatkan energi. Namun di balik manfaat tersebut, kopi dapat menimbulkan efek samping seperti jantung berdebar, gelisah, hingga sensasi yang menyerupai serangan kecemasan.

Dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensi, dr Kunal Sood, mengungkap alasan mengapa kopi bisa memicu kecemasan bagi sebagian orang. Menurutnya itu lantaran kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu zat kimia di otak yang berfungsi mengatur siklus tidur-bangun dan memberi sinyal rasa kantuk.

Ketika adenosin ditekan, rasa lelah memang berkurang dan tubuh menjadi lebih waspada. Namun pada saat yang sama, sistem saraf juga menjadi lebih aktif.

"Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, salah satu sinyal otak yang membangun tekanan tidur dan membantu seseorang merasa mengantuk. Ketika sinyal itu diblokir, seseorang menjadi lebih waspada, tetapi sistem saraf juga dapat menjadi lebih teraktivasi," kata dr Sood dikutip dari Hindustan Times, Rabu (10/6/2026).

Akibat aktivasi sistem saraf tersebut, sejumlah gejala dapat muncul, seperti jantung berdebar, gemetar, berkeringat, gelisah, serta munculnya perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Gejala-gejala ini sering kali sangat mirip dengan gejala kecemasan atau serangan panik.

Lantas bagaimana cara mencegahnya? Menurut dr Sood, setiap orang perlu mengetahui batas aman konsumsi kopi sesuai dengan tingkat toleransi tubuh masing-masing. Meskipun batas umum untuk orang dewasa sehat adalah sekitar 400 miligram per hari atau setara tiga hingga empat cangkir kopi, sebagian orang bisa jauh lebih sensitif sehingga konsumsinya perlu lebih rendah.

"Jadi pertanyaan sebenarnya bukan berapa banyak kopi yang diperbolehkan, tetapi berapa banyak kopi yang bisa Anda minum tanpa gejala atau gangguan tidur. Jika 4 cangkir kopi membuat Anda cemas, cobalah menguranginya," kata dr Sood.

la juga menyarankan untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat membuat efek kafein lebih kuat, seperti kurang tidur, tingkat stres tinggi, penggunaan obat tertentu, serta kondisi seperti gangguan panik. Minum kopi saat perut kosong juga sebaiknya dihindari karena dapat memperkuat efek stimulasi kafein dan memicu gejala seperti gelisah, gugup, jantung berdebar, hingga rasa cemas.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |