Meta Tutup 550 Ribu Akun Imbas Larangan Medsos Anak di Australia

5 days ago 4

Siluet orang di depan logo facebook. Meta dilaporkan telah menutup hampir 550 ribu akun media sosial guna mematuhi larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meta dilaporkan telah menutup hampir 550 ribu akun media sosial guna mematuhi larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun di Australia. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di Medium, Meta mengungkapkan penutupan tersebut mencakup sekitar 330 ribu akun Instagram, 173 ribu akun Facebook, dan 40 ribu akun Threads yang dinilai dimiliki oleh anak-anak.

"Kepatuhan berkelanjutan terhadap undang-undang ini akan menjadi proses berlapis yang terus kami sempurnakan. Namun, kami tetap memiliki kekhawatiran terkait penentuan usia pengguna secara daring tanpa adanya standar industri yang jelas," demikian pernyataan Meta, dilansir laman Engadget, Selasa (13/1/2026).

Larangan media sosial dengan batas usia minimum di Australia, menjadi yang pertama di dunia bagi negara demokrasi, resmi berlaku pada 10 Desember 2025. Sebanyak 10 platform terdampak oleh kebijakan tersebut, termasuk Facebook, Instagram, Tiktok, Snapchat, X, Reddit, dan Twitch. Platform yang melanggar berisiko dikenai denda hingga 49,5 juta dolar Australia.

Untuk memverifikasi usia pengguna, berbagai platform menerapkan beragam metode, mulai dari inferensi usia berdasarkan aktivitas akun hingga verifikasi melalui swafoto. Namun, tidak semua perusahaan menerima kebijakan ini tanpa perlawanan. Reddit bahkan mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah Australia.

Reddit berargumen bahwa platformnya tidak seharusya dikategorikan sebagai media sosial dan menilai kebijakan tersebut menimbulkan masalah serius terkait privasi dan kebebasan berekspresi politik bagi pengguna. Meta juga menyuarakan penolakan terhadap larangan tersebut.

Perusahaan menilai bahwa menjauhkan remaja dari media sosial dapat membuat mereka terisolasi dari dukungan komunitas daring, serta justru mendorong mereka ke bagian internet yang kurang teregulasi. Meta juga menyoroti ketidakkonsistenan metode verifikasi usia serta rendahnya minat untuk path dari kalangan remaja dan orang tua.

Meski demikian, penutupan hampir 550 juta akun hanya dalam waktu satu bulan setelah kebijakan berlaku menunjukkan bahwa aturan ini memengaruhi profit Meta. Selain itu, Meta sebelumnya juga pernah menuai kritik karena dianggap mengecilkan risiko dan dampak negatif platformnya terhadap keselamatan anak dan remaja.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |