Menhan Israel Kembali Ancam Bunuh Pemimpin Iran di Tengah Pemakaman Ayatullah Khamenei

3 hours ago 1

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, saat rapat kabinet mingguan di kantornya di Yerusalem, 24 Februari 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Di tengah prosesi pemakaman almarhum Ayatullah Khamenei, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz melayangkan ancaman akan membunuh pemimpin Iran. Ini menyusul pernyataan sebelumnya bahwa Israel telah menargetkan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatullah Mojtaba Khamenei.

Katz  menyatakan bahwa negaranya telah membunuh Khamenei karena tudingan akan memimpin "rencana untuk menghancurkan" Israel. ia kembali mengancam akan "melenyapkan" pemimpin Iran mana pun yang berupaya mendorong tindakan semacam itu, menurut laporan Channel 13 Israel.

Israel Katz menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas prosesi pemakaman yang sedang berlangsung di Teheran, sebagaimana dilaporkan oleh saluran penyiaran Israel itu. Katz menambahkan bahwa Israel senantiasa siap untuk mempertahankan diri kapan saja dan menghadapi ancaman apa pun.

Sebelumnya, Katz mengatakan bahwa putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba, telah "ditargetkan untuk dibunuh", sebuah pernyataan yang memicu protes keras dari Teheran. 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump "telah berkomitmen untuk membungkam 'hewan peliharaan' AS di Tel Aviv".  "Setiap ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan mendapat balasan yang segera dan tegas," ujarnya.

Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman ayahnya karena "perang belum usai".

"Terdapat gencatan senjata yang sangat rapuh antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Saat ini, mereka sedang membahas topik-topik yang sangat sulit untuk dinegosiasikan. Mengingat pengaturan keamanan yang ada, praktis tidak ada peluang baginya untuk tampil di hadapan publik," ujar Eslami.

Ia mengatakan kepada Aljazirah bahwa para pemimpin Iran sedang merancang strategi baru untuk Timur Tengah yang mencakup wilayah Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.

"Sistem Iran kini lebih mengedepankan gagasan 'dominasi' ketimbang 'perlawanan'. Saat ini, kita menyaksikan munculnya rasa percaya diri yang baru." Menurut Eslami, mendukung Hizbullah dan membela Lebanon saat menghadapi serangan Israel juga menjadi prioritas utama Iran.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |