Menakar Keberpihakan Kita terhadap Pengusaha Lokal

3 hours ago 2

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkutat di zona merah pada rentang 5.841-6.213.

Oleh: Dr H Serian Wijatno S E, MM, MH

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Sebuah perenungan mendalam muncul ketika kita melihat potret kebijakan ekonomi hari ini.

Pemerintah dan jajaran pejabat publik tampak begitu mengagungkan investor asing yang menanamkan modal fisik di Indonesia. Karpet merah digelar, senyum merekah menyambut, dan segala karunia kemudahan ditawarkan.

Tentu, menarik investasi asing tidak salah—bahkan bagus dan diperlukan untuk memutar roda ekonomi nasional. Namun, ada harga mahal dan ironi besar yang kerap luput dari perhatian jika kita kehilangan keseimbangan dalam menata keberpihakan.

​Investor asing datang bukan tanpa pamrih. Mereka membawa daftar persyaratan yang berat: mulai dari insentif pajak yang masif, jaminan regulasi, hingga tuntutan untuk membawa tenaga kerja asing (TKA) mereka sendiri.

Sifat investasi internasional pun sangat pragmatis. Pengusaha asing tidak diikat oleh rasa cinta kepada Republik ini. Begitu situasi geopolitik bergeser atau ada negara lain yang menawarkan keuntungan lebih menggiurkan, mereka bisa dengan mudah angkat kaki dari tanah air.

​Indonesia sejatinya tidak kekurangan pahlawan ekonomi lokal. Kita memiliki barisan pengusaha domestik yang hebat dan teruji zaman.

Mereka adalah para petarung yang telah tahan banting melewati berbagai krisis, berkontribusi nyata bagi penerimaan negara selama puluhan tahun, memahami seluk-beluk budaya lokal, dan yang terpenting: berkomitmen penuh menyerap tenaga kerja anak bangsa.

​Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pengusaha nasional sebagai anak kandung sendiri ini masih harus menghadapi jalan yang terjal. Bahkan ada kesan membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah ketidakpastian.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |