Maroko di Piala Dunia 2026: Saat Rekrutmen Diaspora Jadi Pilar Utama Pembangunan Timnas

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara tidak hanya menjadi panggung bagi pertandingan-pertandingan epik. Pesta sepak bola sejagat ini juga menjadi suguhan dari transformasi mendalam dalam lanskap sepak bola internasional.

Di tengah sorak-sorai penonton, fenomena sosiologis sedang berlangsung.Tim nasional Maroko berada di garis depan dalam perbincangan ini.

Dalam pertandingan bersejarah melawan Brasil, Maroko menurunkan starting XI yang hampir seluruhnya terdiri dari pemain yang lahir di luar negara tersebut. Hanya Azzedine Ounahi yang lahir di Casablanca, Maroko. Ini manifestasi nyata dari globalisasi sepak bola yang semakin mengaburkan batas-batas geografis dan mendefinisikan ulang konsep kebangsaan olahraga.

Sukses Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar telah mengejutkan dunia. Namun, komposisi skuad mereka di tahun 2026 menceritakan kisah yang jauh lebih kompleks. Dari 26 pemain yang dibawa pelatih Mohamed Ouahbi, sebanyak 19 hingga 20 pemain (sekitar 73-77 prsen) lahir di luar perbatasan Maroko.

Angka ini melonjak dari 14 pemain pada edisi 2022. Fakta ini menegaskan strategi rekrutmen diaspora bukanlah solusi sementara, melainkan pilar utama pembangunan tim nasional.

Sebagian besar pemain diaspora Maroko berasal dari negara-negara Eropa Barat dengan komunitas imigran yang kuat. Prancis menjadi penyumbang terbesar dengan 27 pemain dalam tim senior, disusul oleh Belanda (12 pemain) dan Belgia (11 pemain).

Bintang-bintang seperti Achraf Hakimi dan Brahim Diaz lahir di Spanyol, sementara Noussair Mazraoui berasal dari Belanda. Bahkan di bawah mistar gawang, Yassine Bounou (Bono) adalah kelahiran Montreal, Kanada.

Fenomena ini sering disalahartikan sebagai sekadar 'impor' pemain. Namun, analisis lebih mendalam dari Oxford COMPAS menunjukkan realitas yang berbeda. Dari 61 pemain diaspora yang dievaluasi antara tahun 2017 dan 2026, lebih dari separuh (54 persen) telah memilih untuk mewakili Maroko sejak awal karier internasional mereka.

Hal ini membantah narasi bahwa para pemain ini hanya memilih Maroko setelah gagal menembus tim nasional negara kelahiran mereka. Sebaliknya, ini menunjukkan keberhasilan Maroko dalam memobilisasi identitas sepak bola transnasional yang berakar pada sejarah migrasi, keterikatan keluarga, dan keterlibatan proaktif federasi.

Globalisasi dan keuntungan strategis keberagaman

kasus Maroko hanyalah puncak gunung es dari tren global yang lebih luas. Piala Dunia 2026 mencatatkan rekor dengan 289 pemain (hampir 25 persen dari total partisipan) yang mewakili negara selain tempat kelahiran mereka . Negara-negara seperti Curacao (96 persen) dan Republik Demokratik Kongo (85 persen) bahkan memiliki persentase pemain diaspora yang lebih ekstrem dibandingkan Maroko.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |