Laba BSI Naik 17,8 Persen, Dana Zakat Perusahaan Ikut Bertambah

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,8 triliun hingga April 2026. Capaian tersebut tumbuh 17,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi salah satu penopang peningkatan kontribusi sosial perseroan melalui penyaluran zakat perusahaan.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan perseroan terus menjaga fundamental bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset produktif, penguatan dana murah, serta pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

“BSI terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis,” kata Ade dalam keterangannya, Selasa (9/6).

Dengan capaian laba tersebut, proyeksi zakat perusahaan yang dapat disalurkan pada April 2026 mencapai sekitar Rp 72 miliar. Nilai itu menunjukkan manfaat sosial yang diberikan BSI kepada masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan kinerja perusahaan.

Kinerja positif BSI juga tercermin dari pertumbuhan aset yang mencapai Rp 452 triliun atau naik 12,17 persen secara tahunan. Pertumbuhan ditopang fungsi intermediasi yang berjalan baik, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran pembiayaan.

Hingga April 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp 382 triliun atau tumbuh 17,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didominasi tabungan yang mencapai Rp 165 triliun atau naik 22,02 persen. Sementara itu, rasio dana murah (CASA) tercatat sebesar 63,48 persen.

Meningkatnya penghimpunan dana menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah terus menguat. Salah satunya terlihat dari produk Tabungan Haji BSI yang masih menjadi pilihan utama calon jamaah. Dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini, sebanyak 169 ribu jamaah atau sekitar 83,5 persen melakukan pelunasan biaya haji melalui BSI.

Dari sisi pembiayaan, BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 332 triliun atau tumbuh 15,59 persen secara tahunan. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen konsumer, ritel, UMKM, mikro, dan sektor produktif lainnya yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski tumbuh dua digit, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross membaik menjadi 1,8 persen dari 1,88 persen pada periode yang sama tahun lalu.

BSI juga terus memperluas dukungan terhadap program pemerintah. Hingga Maret 2026, perseroan menyalurkan pembiayaan Rp 198 miliar kepada 211 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, BSI turut mendukung pengembangan koperasi serta penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang menjangkau puluhan ribu pelaku usaha.

Di sektor perumahan, BSI telah menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah pada kuartal pertama 2026. Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi yang telah disalurkan mencapai Rp 5,7 triliun.

Melalui strategi tersebut, BSI berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus memperluas kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |