Konflik Timur Tengah Memanas, Antam Prediksi Harga Emas Global Terus Naik

12 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memprediksi harga emas global berpotensi terus meningkat seiring memanasnya konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah. Hal ini karena emas dinilai tetap menjadi instrumen investasi aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global.

Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Danandi Haryanto di Jakarta, Selasa (3/3/2026) lalu, mengatakan perang dan ketegangan geopolitik secara historis memang memengaruhi pergerakan harga komoditas. Ia menambahkan, berbagai kebijakan ekonomi global turut mendorong masyarakat dunia untuk mengalihkan aset ke emas.

Menurut dia, selama konflik masih berlangsung, tren kenaikan harga emas global berpotensi berlanjut. “Karena itu memang sekarang ini kita bisa melihat harganya sedang naik, dan kemungkinan akan terus naik selama perang itu masih ada, karena bagaimanapun namanya perang itu pasti akan memengaruhi harga-harga komoditas,” katanya.

Meski demikian, Wisnu menyampaikan tidak dapat memastikan seberapa signifikan konflik global akan memengaruhi harga emas di dalam negeri ke depan.

Sementara itu, dari sisi produksi, Antam memastikan terus mengoptimalkan produksi dan pasokan bahan baku dari sumber domestik. “Karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di dalam negeri,” ujarnya.

Antam juga berupaya memastikan ketersediaan stok emas bagi konsumen di tengah tingginya permintaan. Wisnu menyebut perusahaan sedang dalam proses meningkatkan produksi dan memperbanyak pasokan bahan baku agar setiap permintaan dapat terpenuhi.

“Kami saat ini memang dalam proses untuk memastikan bahwa produksi bisa selalu ditingkatkan, bahan baku bisa segera kita dapatkan lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa nanti setiap saat ada konsumen yang mau membeli emas, emas itu ada. Itu yang kita saat ini coba lakukan,” katanya.

Terkait layanan emas digital melalui Brangkas Logam Mulia, Wisnu menegaskan bahwa setiap pembelian emas dilakukan dengan skema satu banding satu. Artinya, emas fisik disiapkan sesuai jumlah yang dibeli konsumen. “Apapun yang konsumen beli di brangkas itu kita selalu menyiapkan,” ujarnya.

Menurut dia, skema tersebut menjadi bentuk komitmen Antam dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan penyimpanan emas. “Itu caranya kita bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa emas mereka aman jika disimpan di Antam. Karena kita selalu satu banding satu,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |