REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Kisah Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih yang pernah menjadi seorang marbot masjid hingga akhirnya menjadi seorang jenderal menjadi inspirasi bagi semua orang. Ia memulai karir dari bawah hingga akhirnya mendapatkan jabatan yang cemerlang serta dijuluki sebagai jenderal santri.
Mayjen TNI Kosasih lahir di Pandeglang, Banten dari pasangan Ustaz Jufran Effendi (almarhum) dengan Siti Khadijah (almarhum) 2 April tahun 1971. Nama Kosasih yang diberikan kedua orang tuanya bersumber dari Pangdam III Siliwangi ke VII R.A. Kosasih pada masanya.
Sejak melanjutkan sejak SMP pindah ke Jakarta mengikuti orang tuanya. Di sela-sela sekolah, Pangdam III Siliwangi menceritakan banyak menghabiskan waktu di masjid menjadi marbot dan menjadi seorang qari hingga saat kuliah di IAIN.
Pangdam III Siliwangi pun bekerja di sebuah toko bangunan pada masa kecilnya untuk membantu perekonomian orang tua. Ia mengaku tidak pernah memiliki mimpi untuk menjadi anggota TNI bahkan membawanya menjadi Pangdam III Siliwangi seperti idola kedua orang tuanya. Saat itu, ia diarahkan untuk menjadi ustaz dan diharapkan berkuliah di IAIN kala itu (saat ini UIN).
Namun, terdapat satu peristiwa yang membekas di hatinya yang membuat ia ingin bergabung menjadi anggota TNI hingga akhirnya lolos masuk Akademi Militer (Akmil). Ia mengaku ingin memperbaiki akhlak tentara kala itu.
Di samping itu, Pangdam III Siliwangi merasa Allah SWT telah menetapkan jalan takdirnya untuk mengabdi sebagai seorang anggota TNI. Sebab, sejak kecil, ia mengaku menyukai olahraga. Di rumahnya, seringkali ia melakukan push up dan sit up sebelum tidur dan beberapa kegiatan olahraga lainnya.
"Allah SWT memberikan dan memudahkan jalan saya untuk seleksi ke Akmil," ucap dia akhir pekan kemarin ini saat bersilaturahmi dengan media massa.
Saat mendaftar ke Akmil, ia mengaku dilakukan secara diam-diam karena khawatir orang tuanya tidak menyetujuinya. Pangdam III Siliwangi pun mengaku tidak mengetahui sama sekali jenis pendidikan yang akan diikutinya dan hanya mendaftar saja. Setelah akhirnya lolos seleksi, ia pun memberitahukan hal itu kepada kedua orangtuanya.
Sejak masuk ke Akmil Magelang, sosok yang sering tersenyum dan rendah hati ini mendapatkan karir yang cemerlang hingga akhirnya saat ini mendapat kepercayaan menjadi Pangdam III Siliwangi. Selama bertugas, ia mengaku selalu melandaskan prinsip bahwa jabatan adalah ibadah.
Ia pun selalu meyakini bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Prinsip-prinsip itu yang juga sering ia sampaikan kepada jajaran di bawahnya dan rekan-rekannya.
Di salah satu kegiatan yang digelar Siliwangi Santri Camp, saat berdialog dengan para santri Pangdam III Siliwangi melantunkan ayat-ayat suci Al-quran dengan fasih dan merdu. Kemampuannya sebagai Qari masih terjaga hingga saat ini.
.png)
1 hour ago
2
















































