Serangan udara Israel menghantam Kamp Ansar untuk pengungsi Palestina, di barat Kota Gaza, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA --Serangan udara Israel ke jalur Gaza bagian Utara, Ahad (5/4/2026), menyebabkan empat warga Palestina meninggal. Serangan ini dilakukan di tengah gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 lalu.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan serangan udara itu menargetkan sekelompok orang di Jalan Jaffa, dekat lingkungan Darraj di Kota Gaza. Selain membunuh empat orang, serangan itu juga melukai beberapa orang lainnya.
Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza mengonfirmasi jumlah korban, menyatakan bahwa serangan dilakukan oleh drone Israel.
“Empat syuhada dan lima orang terluka tiba di rumah sakit pagi ini setelah sebuah drone Israel menembakkan dua rudal ke arah sekelompok warga sipil,” demikian pernyataan pihak rumah sakit. Militer Israel belum segera memberikan komentar terkait insiden tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, meskipun gencatan senjata masih berlaku, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di seluruh Gaza. Hal ini menyebabkan wafatnya 715 orang sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.
Perang Israel di Jalur Gaza telah membunuh sedikitnya 72.289 warga Palestina sejak Oktober 2023, dalam serangan militer yang disebut sebagai genosida oleh PBB, para ahli, dan sejumlah pemimpin dunia.
Perang tersebut juga telah menyebabkan kelaparan, menghancurkan sebagian besar bangunan, dan memaksa sebagian besar penduduk wilayah itu mengungsi, dalam banyak kasus berulang kali.
Sumber:
.png)
1 week ago
15














































