IRGC: 650 Tentara AS Tewas dalam Serangan Balasan Iran

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Militer Iran, Korps Garada Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim serangan perlawanan terhadap penjajah Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) menewaskan sebanyak 680 personel militer musuh. Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan, 650 di antaranya adalah personel militer AS.

IRGC memastikan akan terus melakukan perlawanan atas setiap agresi dan serangan oleh duet Zionis-AS terhadap Iran. “Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas, ataupun terluka,” kata Naeni seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (4/3/2026).

Perang Iran dimulai pada Sabtu (28/2/2026), ketika AS dan sekutu Zionisnya menyerang dengan sandi operasi ‘Epic Fury’ dan ‘Roaring Lion’. Iran bertahan dan melakukan perlawanan melalui operasi ‘al-Wa’d al-Sadiq-4’, atau ‘the True Promises-4’.

Menggunakan drone serbu dan berbagai jenis rudal, Iran menyerang wilayah penjajahan Israel di Tanah Palestina. Iran juga menggempur pangkalan militer AS yang tersebar di negara Teluk Arab. Termasuk membombardir aset-aset pemerintahan AS di Uni Emirate Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan juga Yordania.

Di Tel Aviv, serangan balasan Iran berhasil menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, markas angkatan darat zionis, dan kementerian perang di Hakirya, Petah Tikva, sampai ke Haifa. 

Sedangkan di Bahrain, Naeni menyampaikan, drone dan rudal Iran berulang kali menyerang markas armada kelima angkatan laut AS. “Dan dalam salah satu serangan itu, menewaskan atau melukai 160 personel Amerika,” kata Naeni.

Militer Iran juga sempat melancarkan serangan terhadap kapal induk AS Abraham Lincoln yang berada di jarak sekitar 250 Km dari lepas pantai Chabahar, Iran. Baru-baru ini, militer Iran, mengirimkan drone peledak dan rudal ke Kompleks Kedutaan AS di Riyad, Arab Saudi. Serangan itu menghancur leburkan markas Intelijen Luar Negeri AS (CIA).

Di Qatar, balasan Iran menyasar aset-aset AS, terutama terkait kilang bahan bakar minyak serta gas cair. Serangan Iran memaksa Qatar menyatakan keadaan darurat dan menghentikan eksplorasi dan gas yang menggangu pasokan ke belahan Eropa.

Militer Iran, juga menutup total Selat Hormuz, kawasan laut yang menjadi pintu gerang lalu lintas pasokan bahan bakal minyak dari kawasan Teluk Arab ke dunia. Penutupan selat itu pun mulai mengganggu pasokan bahan bakar dunia.

Sementara itu, dari catatan Bulan Sabit Merah Iran di Teheran, agresi serangan Zionis-AS ke negara itu telah membuat kematian di atas 1.000 jiwa. Kebanyakan dari kalangan sipil, termasuk kematian puluhan anak sekolah yang kini viral di seluruh dunia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |