Iran Punya Bukti Keterlibatan AS dan Israel, Ada Pesan Audio Beri Perintah Tembaki Demonstran

6 days ago 33

Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran memiliki bukti ekstensif yang menunjukkan AS dan Israel memiliki peran besar dalam kerusuhan baru-baru ini di negara tersebut. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam pertemuan para diplomat asing di Teheran pada Senin.

Pernyataan ini muncul setelah bentrokan kekerasan antara demonstran dan pihak berwenang meletus akhir bulan lalu, yang menyebabkan puluhan kematian di antara pasukan keamanan Iran dan warga sipil. Banyak masjid, pusat kesehatan, dan bangunan lain telah dibakar di seluruh negeri.

Menurut Araghchi, protes nasional berubah menjadi kekerasan berdarah untuk memberi alasan bagi Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan secara militer di negara tersebut. "Kami memiliki banyak dokumen dan bukti keterlibatan AS dan Israel dalam aksi teroris beberapa hari terakhir di Iran," kata Araghchi.

Araghchi menambahkan bahwa para pelaku bersenjata terlihat di antara para demonstran. Teheran merekam pesan audio yang diterima oleh para pelaku teroris tersebut yang memberi mereka perintah untuk menembak para demonstran, personel keamanan dan polisi serta warga sipil yang damai.

“Banyak dari mereka yang tewas ditembak dari belakang,” ujar Menteri Luar Negeri Iran mengatakan. 

Ia mencatat bahwa Teheran memiliki bukti substansial bahwa beberapa pelaku menerima perintah langsung dari kekuatan asing. Ia bersikeras bahwa ada bukti nyata AS dan Israel memiliki peran besar dalam aksi teroris ini.

Araghchi juga mengeklaim para penyusup dibantu oleh badan intelijen Mossad Israel. “Para pelaku Mossad yang berbicara bahasa Farsi… [sedang] menyusup ke dalam demonstrasi ini.”

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |