Inilah Kesibukan Nabi Muhammad SAW Sebelum Menerima Wahyu di Usia 40 Tahun

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jauh sebelum menerima wahyu kenabian di usia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok profesional yang tangguh di dunia perniagaan. Setelah mempersunting Khadijah binti Khuwaylid, beliau tidak lantas berdiam diri, melainkan bertindak sebagai manajer sekaligus mitra strategis yang memperluas jangkauan bisnis keluarganya hingga ke Yaman, Najd, dan Najran.

Sebelum menikah, Nabi Muhammad SAW berprofesi sebagai seorang pedagang yang jujur dan terpercaya serta mempunya keahlian perniagaan yang sangat baik. Jauh sebelum masa kenabiannya, Nabi Muhammad SAW telah mengukir reputasi sebagai pebisnis ulung yang menjunjung tinggi integritas. Nabi Muhammad memulai karier dagangnya dari skala kecil di pasar-pasar Makkah hingga akhirnya dipercaya mengelola modal para janda kaya dan anak yatim melalui sistem bagi hasil. Kejujuran yang membuahkan gelar Al-Amin inilah yang kemudian mempertemukannya dengan Khadijah, seorang pengusaha wanita terpandang di Makkah.

Dikisahkan Afzalurrahrnan dalam buku Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang, setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW tetap melangsungkan usaha perdagangannya seperti biasa, namun sekarang Nabi bertindak sebagai manajer sekaligus mitra dalam usaha istrinya. Berkaitan dengan ini, agaknya Nabi beberapa kali mengadakan perjalanan ke berbagai pusat perdagangan dan pekan dagang di seluruh penjuru negerinya serta ke negara-negara tetangga.

Perjalanan Dagang dan Wilayah Jangkauan

Sejak pernikahan Nabi Muhammad SAW dalam usia 25 tahun hingga datangnya panggilan tugas kenabian di usia 40 tahun, Nabi telah melakukan perjalanan dagang ke berbagai daerah Semenanjung Arab dan negeri-negeri perbatasan Yaman, Bahrain, Irak dan Syiria. Sejarah tidak mencatat perjalanan-perjalanan tersebut, tetapi ini bukan berarti Nabi tidak pernah melakukan perjalanan.

Ketika sibuk dengan aktivitas perdagangannya sehari-hari, kebanyakan orang tidak mencatat setiap transaksi dagangnya. Oleh karena itu, mencari catatan-catatan tentang hubungan dagang Nabi Muhammad SAW sebelum kenabian 1.400 tahun silam akan sama artinya dengan mengharapkan mukjizat.

Karakter dan Etos Kerja Nabi

Terdapat catatan tentang beberapa hubungan dagang Nabi Muhammad SAW dengan berbagai macam orang. Tak diragukan lagi, ini memberikan petunjuk bahwa Nabi benar-benar menggeluti bidang perdagangan. Sifat dasar dan pekerjaannya jelas memastikan bahwa Nabi banyak sekali terlibat dalam urusan dagang, dan kemungkinan besar Nabi telah melakukan banyak perjalanan dagang ke negara-negara tetangga, baik pada musim panas maupun musim dingin.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |