INDEF: Pemerintah Harus Jaga Kredibilitas agar Rupiah dan IHSG Menguat

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menyatakan pemerintah perlu menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi agar penguatan kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.

“Agar tren penguatan IHSG dan rupiah dapat terjaga, pemerintah perlu terus menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi melalui disiplin fiskal, kepastian regulasi, serta pengelolaan APBN yang lebih efektif dan produktif,” ujar M Rizal Taufikurahman pada Selasa (16/6/2026).

Selain itu, lanjut dia, upaya menjaga kredibilitas kebijakan tersebut juga harus diiringi dengan percepatan reformasi struktural, peningkatan investasi, penguatan sektor industri, serta perbaikan daya beli masyarakat.

Ia mengatakan hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional.

“Penguatan pasar keuangan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh fundamental ekonomi yang semakin kuat dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” kata Rizal.

Ia menuturkan, IHSG berpotensi kembali menuju level 8.000 dalam kisaran 12 hingga 18 bulan. Sementara itu, nilai tukar rupiah, dalam pandangan yang lebih realistis, diprediksi dapat pulih ke kisaran Rp 16.500 per dolar AS dalam waktu satu hingga dua tahun.

Proyeksi tersebut dapat terealisasi dengan asumsi kondisi global semakin kondusif, suku bunga global mulai menurun, dan reformasi ekonomi domestik berjalan secara konsisten.

Meski demikian, ia menekankan pemulihan IHSG dan kurs rupiah tidak hanya bergantung pada sentimen pasar, tetapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun kredibilitas kebijakan.

“Sehingga penguatan pasar keuangan dapat berlangsung secara lebih berkelanjutan dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ucap Rizal.

Nilai tukar rupiah cenderung menguat pada pembukaan perdagangan dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (9/6/2026), rupiah dibuka pada level Rp 18.134 per dolar AS, kemudian menguat menjadi Rp 17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6/2026).

Kurs rupiah bergerak ke level Rp 17.941 per dolar AS pada Kamis (11/6/2026), lalu kembali menguat menjadi Rp 17.930 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026), dan melanjutkan tren positif ke level Rp 17.778 per dolar AS pada Senin (15/6/2026).

Sementara itu, IHSG pada pembukaan perdagangan selama sepekan terakhir tercatat berada di posisi 5.344,69 pada Selasa (9/6/2026), lalu menjadi 5.744,06 pada Rabu (10/6/2026), 5.899,27 pada Kamis (11/6/2026), 5.960,27 pada Jumat (12/6/2026), dan kemudian 6.118,73 pada Senin (15/6/2026).

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |