IHSG Berpotensi Menguat ke 8.450, Ditopang Pajak Januari Tumbuh 30,7 Persen

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/2/2026), berpotensi bergerak menguat seiring data ekonomi dalam negeri yang tercatat solid.

IHSG dibuka naik 31,97 poin atau 0,38 persen ke posisi 8.428,05. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 menguat 0,92 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,68.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan secara teknikal IHSG masih berpeluang menguat terbatas.

“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di kisaran 8.310–8.450. Potensi koreksi tetap terbuka, sehingga perlu kehati-hatian,” ujar Nico di Jakarta, Selasa.

Pajak Januari tumbuh kuat

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak Januari 2026 sebesar Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,7 persen secara tahunan (yoy), setara 4,9 persen dari target APBN 2026.

Kenaikan terutama ditopang PPN dan PPnBM yang melonjak 83,9 persen (yoy) menjadi Rp45,3 triliun, mencerminkan konsumsi domestik yang tetap kuat, serta penurunan restitusi 23 persen berkat perbaikan manajemen restitusi.

PPh badan tumbuh 37 persen (yoy) menjadi Rp5,7 triliun. Sementara itu, PPh orang pribadi dan PPh 21 sebesar Rp13,1 triliun masih terkontraksi 20,4 persen (yoy) akibat faktor administratif, termasuk deposit Rp6,1 triliun yang belum dipindahbukukan. Jika disesuaikan, pertumbuhannya diperkirakan bisa mencapai 16,5 persen (yoy).

Adapun PPh final, PPh 22, dan PPh 26 turun 11 persen (yoy) menjadi Rp26 triliun. Pajak lainnya melonjak 685,8 persen (yoy) menjadi Rp16,1 triliun, termasuk tambahan deposit Rp15,4 triliun yang juga belum dipindahbukukan.

Nico menilai kinerja Januari 2026 menunjukkan sinyal awal yang cukup kuat bagi penerimaan negara, terutama dari sisi konsumsi.

“Ini mengindikasikan daya beli domestik relatif terjaga di awal tahun, yang positif bagi pertumbuhan kuartal I. Namun perlu dicermati bahwa sebagian pertumbuhan juga dipengaruhi faktor teknis seperti penurunan restitusi dan belum dipindahbukukannya sejumlah deposit pajak,” ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |