Ravie Wardani
, Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |22:10 WIB

Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha (foto: dok ist)
JAKARTA – Hasil investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya kelemahan sistem pengamanan di fasilitas kesehatan tempat Dokter Icha bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemenkes menyoroti minimnya peran petugas keamanan saat aksi intimidasi terjadi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Rudi SN Putra, mengatakan ruang IGD seharusnya menjadi area terbatas yang steril dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Namun, dalam kasus tersebut, pelaku justru dapat masuk dan mengganggu konsentrasi tenaga medis.
"Kami menemukan bahwa saat intimidasi terjadi, pihak sekuriti belum melakukan aktivitas pengamanan yang memadai. Padahal, IGD adalah area vital yang membutuhkan konsentrasi tinggi bagi dokter," ungkap Rudi dalam konferensi pers secara daring, Jumat (3/7/2026).
Atas temuan tersebut, Kemenkes memberikan teguran sekaligus menginstruksikan manajemen rumah sakit untuk segera memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) pengamanan.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) diwajibkan memiliki mekanisme mitigasi risiko konflik agar kejadian serupa tidak terulang.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
2 hours ago
1
















































