Dosen UBSI Gelar Pelatihan Kemasan Produk, Tingkatkan Nilai Tambah Usaha Bank Sampah

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Dosen UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) sebagia Kampus Digital Kreatif, yang dipimpin Sri Wasiyanti, M.Kom, dengan anggota tim Dr Euis Meinawati, melaksanakan pelatihan pembuatan produk dan desain kemasan bagi anggota Bank Sampah Go Green Greeny Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Depok itu bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik produk melalui kemasan yang lebih profesional.

Pelatihan menghadirkan Indah Purwandani, Ketua Pengurus Bank Sampah Go Green Greeny Bojong Gede, sebagai narasumbernya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya inovasi produk dan kemasan untuk meningkatkan nilai jual serta memperluas peluang pemasaran hasil pengelolaan sampah.

“Produk yang baik perlu didukung kemasan menarik dan informatif agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Kemasan juga menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing produk di pasar,” ujar Indah saat menyampaikan materi pelatihannya.

Kegiatan ini diikuti Ketua Pengurus dan 10 anggota Bank Sampah. Peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik yang membahas tahapan pembuatan produk bernilai tambah, pemilihan bahan kemasan, penyusunan identitas produk, hingga prinsip desain kemasan yang efektif.

Selain dosen, kegiatan turut melibatkan mahasiswa UBSI, Muhammad Imron Suparna dan Ryu Putra Yonata. Keduanya membantu proses pendampingan peserta serta dokumentasi selama pelatihan berlangsung.

Ketua Tim PkM Sri Wasiyanti, M.Kom, mengatakan pelatihan ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas anggota bank sampah agar tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, juga mampu mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Melalui kemasan yang baik dan strategi pemasaran yang tepat, produk hasil pengelolaan sampah diharapkan dapat lebih diterima masyarakat serta memiliki daya saing yang lebih baik,” kata Sri dalam keterangan yang dikutip Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pengembangan keterampilan dalam pengolahan produk dan desain kemasan menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha berbasis komunitas.

Melalui kemampuan tersebut, anggota bank sampah dapat memperoleh peluang yang lebih besar untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil kegiatan daur ulang.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta semakin termotivasi untuk berinovasi dalam menciptakan produk kreatif berbasis daur ulang,’’ katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan ekonomi komunitas di tingkat lokal.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |