BI Ungkap Pertanian Jadi Penopang Saat Ekonomi Diuji, Ekspor Tembus Rp166 Triliun

14 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sektor pertanian kembali menegaskan perannya sebagai penopang utama perekonomian nasional di tengah berbagai tekanan global. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kinerja sektor ini tidak hanya stabil, tetapi juga menunjukkan akselerasi yang signifikan, tercermin dari lonjakan nilai ekspor yang menembus Rp166,71 triliun pada 2025.

Temuan tersebut mengacu pada hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis BI, yang mencatat aktivitas dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap berada di zona ekspansi. Hal ini menunjukkan daya tahan ekonomi domestik yang tetap terjaga meski dihadapkan pada dinamika global yang tidak menentu.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyatakan kinerja dunia usaha secara umum masih solid. “Hasil SKDU mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga,” ujar Anton dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Secara kuantitatif, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 10,11 persen pada triwulan I 2026. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 10,61 persen, namun tetap menunjukkan bahwa aktivitas usaha masih berada dalam fase pertumbuhan.

Anton menjelaskan, mayoritas lapangan usaha mencatatkan kinerja positif. Di antaranya sektor jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran.

Khusus sektor pertanian, kontribusinya terlihat semakin dominan seiring meningkatnya permintaan domestik selama periode hari besar keagamaan nasional. Momentum seperti Tahun Baru Imlek, Nyepi, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah turut mendorong aktivitas produksi dan distribusi pangan.

Selain faktor musiman, peningkatan kinerja sektor ini juga ditopang oleh musim panen yang berlangsung pada periode tersebut. Kombinasi antara permintaan yang tinggi dan pasokan yang memadai menciptakan keseimbangan yang menguntungkan bagi pelaku usaha di sektor pertanian.

Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 73,15 persen. Peningkatan ini terutama ditopang oleh sektor pertanian serta industri pengolahan.

Kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai tetap sehat. Likuiditas dan rentabilitas perusahaan berada dalam kondisi baik, didukung oleh akses pembiayaan yang relatif lebih mudah.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |