REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanada memastikan tidak ada diskriminasi dalam pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di negara tersebut. Alih-alih diskriminasi, Kanada ingin menunjukkan bagaimana keberagaman yang tumbuh di negara Tirai Es itu.
"Sebagai warga Kanada, kami melihat Piala Dunia sebagai kesempatan untuk menampilkan budaya Kanada, keberagaman komunitas kami, dan rasa hormat kepada Masyarakat Adat, yang kehadiran dan kerjasama mereka sangat penting dalam penyelenggaraan acara ini," ujar Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton saat memberikan keterangan pers di kediamaan kedutaan di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan, pendekatan Kanada berlandaskan pada penyelenggaraan Piala Dunia yang aman, ramah, dan didasarkan pada rasa saling menghormati. Dutton pun memastikan bahwa tidak ada kebijakan 'keras' di imigrasi buat negara-negara tertentu. Kanada, jelasnya, terbuka bagi warga negara mana pun yang ingin menyaksikan Piala Dunia, termasuk dari Indonesia. Pun bagi negara peserta Piada Dunia.
"Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi kami, dan kami ingin mempermudah warga Indonesia untuk bepergian ke Kanada. Dan kami benar-benar sangat gembira dengan keputusan terbaru yang diambil oleh pemerintah kami ini," ujarnya.
Kebijakan Kanada ini disampaikan di tengah langkah Amerika yang dinilai diskriminatif terhadap negara-negara tertentu dalam penyelenggaran Piala Dunia. Seperti diketahui AS bersama Kanada dan Meksiko menjadi tuan ruman penyelenggaraan pesta sepak bola dunia pada 2026. Terdapat lebih dari 1.200 pemain yang mewakili 48 tim dari seluruh dunia.
Sejumlah insiden diskriminatif mewarnai pelaksanaan Piala Dunia 2026, utamanya di wilayah Amerika Serikat. Semangat sepak bola yang sedianya inklusif dan egaliter dinilai ternoda lewat insiden-insiden tersebut.
Masalah paling nyata adalah akses masuk ke Amerika Serikat. Berbagai laporan menunjukkan banyak peserta dan suporter dari negara-negara berkembang menghadapi proses visa yang panjang, mahal, dan tidak pasti.
Kasus paling mencolok menimpa Iran. Sejumlah ofisial tim nasional dilaporkan gagal memperoleh visa AS sehingga tim terpaksa memusatkan latihan di Meksiko dan melakukan perjalanan lintas batas untuk pertandingan. Sejumlah pendukung Timnas Maroko juga ditolak masuk AS.
Persiapan Kanada
Terdapat 104 pertandingan, 13 di antaranya akan dimainkan di Kanada dalam Piala Dunia 2026 ini. Menurut Dutton, dua kota tuan rumah Piala Dunia Toronto dan Vancouver telah sibuk melakukan investasi signifikan dalam peningkatan fasilitas di stadion, konektivitas transportasi, dan aksesibilitas.
"Kami berharap dapat menyambut jutaan penggemar sepak bola dari seluruh dunia, termasuk banyak dari Indonesia, dan berbagi dengan mereka yang terbaik dari Kanada," ujar Dutton akan mengakhiri tugasnya sebagai dubes Indonesia dalam waktu dekat.
.png)
7 hours ago
3

















































