Bangun PLTSa, Pramono Optimistis Bisa Tangani Masalah Sampah di Jakarta

1 day ago 6

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Upaya itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang masih menggunakan metode open dumping.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, Pemprov DKI telah menandatangani MoU dengan Danantara terkait pembangunan dua PLTSa. Satu PLTSa rencananya akan dibangun di Bantargebang dan satunya lagi di Tanjung Kamal Muara, Jakarta Utara, yang masing-masing bisa mengolah sampah mencapai 2.500 hingga 3.000 ton per hari.

"Dua-duanya ini nanti PLTSa dengan kapasitas untuk sampahnya itu antara 2.500 sampai 3.000," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026).

Pramono mengungkapkan, masih ada satu PLTSa yang akan dibangun oleh Pemprov Jakarta. PLTSa itu rencananya akan berada di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Artinya, akan ada tiga PLTSa yang dibangun oleh Jakarta. "Jadi Jakarta akan ada tiga pembangkit listrik tenaga sampah, kemudian ada RDF di Rorotan," ujarnya.

Pramono menilai, ketika semua fasilitas pengolahan itu sudah bisa beroperasi, masalah sampah di Jakarta bisa diatasi. Justru, ia khawatir volume sampah di Jakarta nantinya tidak bisa mencukupi kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang ada.

"Malah problemnya adalah jangan sampai nanti kemudian Jakarta untuk PLTSa dan sebagainya itu kita akan kekurangan. Itu yang akan menjadi problem sendiri," kata mantan sekretaris kabinet (seskab) tersebut.

Meski begitu, Pramono menilai, masalah tersebut bisa diatasi dengan stok sampah yang ada di TPST Bantargebang. Pasalnya, keberadaan sampah di tempat itu sudah melebihi kapasitas. 

"Saya yakin (bisa), karena kita punya stok di Bantargebang, maka untuk yang beroperasi di Bantargebang kita akan prioritaskan untuk cut and fill atau memotong yang di Bantargebang yang sudah menggunung tadi, sehingga itulah yang kita lakukan," ucapnya.

Pramono menyatakan, pihaknya bakal segera menindaklanjuti penandatanganan MoU dengan Danantara. Dengan begitu, pembangunan PLTSa bisa segera dilakukan. "Sekarang ini tahap berikutnya adalah menentukan kontraktor dan kemudian kapan bisa segera dimulai. Kebetulan, tadi saya sudah memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten Pembangunan untuk segera ditindaklanjuti."

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |