Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, YM Mohammad Boroujerdi (berdiri, menghadap hadirin) saat mengisi kuliah umum di Universitas Islam As-Syafi
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, YM Mohammad Boroujerdi mengungkapkan resep di balik ketangguhan negerinya dalam menghadapi tekanan dunia Barat. Sejak 1979, Iran berubah dari sebuah negara kerajaan yang dipimpin shah menjadi republik Islam.
Imam Khomeini, tokoh sentral Revolusi Islam Iran 1979, adalah seorang pemimpin yang bervisi jauh ke depan. Boroujerdi menuturkan, tokoh yang wafat pada 3 Juni 1989 itu menempatkan persatuan dan penguatan pendidikan rakyat sebagai dua pilar utama untuk membangun Republik Islam Iran.
Boroujerdi menggambarkan kondisi Iran sebelum Revolusi secara umum masih tertinggal, terutama di sektor pendidikan. Tingkat melek huruf pada masa pemerintahan shah hanya sekitar 30 persen. Adapun 70 persen sisanya ialah masyarakat yang masih buta huruf. Kondisi lebih memprihatinkan bagi kalangan perempuan Iran.
“Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979, negara kami dibangun sebagai republik yang mencakup seluruh golongan dalam Islam,” ujar Boroujerdi saat mengisi kuliah umum di Universitas Islam As-Syafi'iyah, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (6/5/2026).
Dalam pandangan Imam Khomeini, kebangkitan umat Islam perlu ditopang oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Hal ini pun dibuktikan di Iran.
“Beliau (Imam Khomeini) menekankan pentingnya pendalaman sains dan teknologi, terutama melalui sektor pendidikan,” kata Boroujerdi.
Persatuan umat Islam dan kemampuan menguasai iptek menjadi momok yang menakutkan bagi Israel. Boroujerdi mengatakan, sejak Revolusi 1979 negara-negara Barat dan Zionis terus menerus berusaha melemahkan Iran. Itu dilakukan dengan pelbagai cara; mulai dari propaganda yang melabeli Revolusi sebagai gerakan sektarian hingga konflik bersenjata yang berlangsung selama delapan tahun.
"Mereka menjalankan propaganda untuk menyampaikan bahwa Revolusi Islam Iran merupakan revolusi Syiah, bukan revolusi Islam, dan memberikan cap atau label tertentu kepada gerakan Islami dari masyarakat," tutur Boroujerdi.
.png)
1 hour ago
1















































