REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Blue Bird Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 di tengah ketatnya persaingan industri transportasi, termasuk dari layanan berbasis aplikasi. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh 11,6 persen secara tahunan, dengan laba bersih mencapai Rp157 miliar dan EBITDA sebesar Rp341,8 miliar.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga konsistensi layanan sekaligus beradaptasi terhadap perubahan perilaku pelanggan yang semakin mengarah ke layanan berbasis digital. Di tengah beragamnya pilihan mobilitas, layanan taksi Bluebird tetap menunjukkan daya saing dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12 persen secara tahunan.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga layanan di tengah kebutuhan mobilitas yang dinamis.
“Kami terus menjaga layanan tetap konsisten dengan memastikan armada selalu siap, kualitas layanan tetap terjaga, serta memanfaatkan teknologi untuk memastikan layanan lebih mudah diakses.”
Transformasi layanan melalui kanal digital turut menjadi salah satu pendorong kinerja. Perseroan mencatat jumlah pengguna aplikasi MyBluebird tumbuh 22,4 persen secara tahunan. Sementara itu, penggunaan fitur fixed price meningkat 29,2 persen secara year-on-year, menunjukkan semakin tingginya adopsi kanal digital oleh pelanggan.
Selain itu, Bluebird juga memanfaatkan teknologi untuk membaca pola permintaan secara lebih presisi, termasuk berdasarkan area, momentum kegiatan, hingga jam operasional, sehingga penempatan armada dapat dilakukan secara lebih responsif dan efisien.
Momentum musiman turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan. Pada periode Lebaran 2026, Bluebird mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat selama musim mudik dan libur panjang. Di saat yang sama, perseroan terus memperluas jangkauan layanan melalui penambahan titik pangkalan di berbagai wilayah, yang secara total meningkat sekitar 43 persen dibandingkan kuartal I tahun lalu.
Bluebird Group turut melanjutkan pengembangan bisnis berkelanjutan melalui ekspansi kendaraan listrik di sejumlah kota, termasuk penguatan inisiatif mobilitas ramah lingkungan di Bandung dan Bali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi transportasi yang semakin nyaman dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, perseroan terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung kesejahteraan pengemudi, termasuk melalui penguatan pendapatan yang kompetitif serta program apresiasi bagi pengemudi berprestasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga motivasi dan retensi pengemudi, sekaligus memastikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan konsisten bagi pelanggan.
“Sepanjang 2026, fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan terus memperkuat keandalan layanan melalui kesiapan armada, perluasan akses pelanggan, dan produktivitas operasional yang semakin baik. Dengan struktur bisnis yang semakin solid, kami optimis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Andre.
.png)
3 hours ago
5















































