Bangun Ekonomi Syariah dengan Bonus Demografi Generasi Muda

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Bonus demografi yang didominasi oleh generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional. Penguatan sumber daya manusia ini dapat dimulai dari daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni menyampaikan, bonus demografi merupakan peluang emas untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Benua Etam. Menurut Sri Wahyuni, di Samarinda, Senin (11/5/2026), komposisi penduduk Kalimantan Timur saat ini didominasi oleh generasi muda.

Oleh karena itu, peningkatan literasi ekonomi syariah sejak dini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan SDM yang akan memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

"Jumlah penduduk muda di Kaltim lebih banyak dibandingkan usia tua. Jika anak muda sekarang sudah memahami ekonomi syariah, maka 10 hingga 20 tahun mendatang, merekalah yang akan mengendalikan roda perekonomian Kalimantan Timur,” ujar dia dalam acara Closing Ceremony Kaltim Halal Festival (KalaFest) di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Samarinda.

Ia menambahkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan nyata apabila generasi muda tumbuh menjadi kelompok yang produktif secara ekonomi dan mampu membangun daerahnya secara mandiri. Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas komitmen dan konsisten dalam mendorong pengembangan ekonomi serta keuangan syariah.

Kesuksesan festival halal tersebut, menurut dia, adalah buah dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lembaga pendamping produk halal UMKM, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), hingga mitra strategis lainnya.

"Festival ini menjadi besar karena dukungan kolektif. Hal yang paling menarik adalah melihat antusiasme anak muda kita yang mulai memiliki literasi mumpuni tentang ekonomi dan keuangan syariah,” katanya menambahkan.

Selain literasi, Sri Wahyuni juga memuji para pelaku UMKM yang terus meningkatkan kualitas produk melalui sertifikasi halal. Ia menilai produk bersertifikat halal tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi pelaku usaha, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat luas sebagai konsumen.

Sri berharap sinergi dan semangat kebersamaan itu terus terjaga demi kemajuan Kalimantan Timur.

“Kami berharap kolaborasi ini berlanjut. Sebagaimana pesan dalam Mars Kalimantan Timur, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mewujudkan Kaltim yang damai dan sejahtera bagi semua,” kata dia.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |