Badan Geologi ESDM Pastikan tak Ditemukan Gas Vulkanik Berbahaya di Glamping Temanggung

5 hours ago 4

Tenda glamping yang diinapi keempat korban, yakni MAM (52 tahun), M (43 tahun), AEH (17 tahun) dan BAH (21 tahun), bertumpu pada sebuah struktur seperti panggung dan berbentuk seperti oktagon dengan atap mengerucut.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ditemukan indikasi gas vulkanik berbahaya di objek wisata alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). Pernyataan ini disampaikan terkait penemuan satu keluarga yang beranggotakan empat orang meninggal dunia di dalam tenda.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, dalam merespons kejadian tersebut pihaknya juga telah melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Pengukuran dilakukan menggunakan alat detektor gas milik Badan Geologi untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh gas vulkanik dari Gunung Sindoro maupun gas alam terhadap lokasi kejadian.

Hasil pengukuran di sejumlah tempat menunjukkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) sebesar 0,03 persen, sementara hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau 0 ppm. "Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," kata dia.

Dia menambahkan saat ini aktivitas Gunung Sindoro berada pada tingkat Normal atau Level I sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kejadian tersebut. "Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya," katanya.

Petugas Kepolisian Resor Temanggung menangani laporan empat wisatawan yang merupakan satu keluarga meninggal dunia saat berkemah di wisata alam tersebut. Laporan awal kepolisian diduga korban meninggal usai menghirup gas berbahaya dan untuk itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, pengujian laboratorium forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia.

Namun, berdasarkan hasil outopsi, penyebab kematian satu keluarga di tenda glamping telah terungkap. Mereka dinyatakan meninggal akibat keracunan karbon monoksida. 

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |