7 Tanda Ilmu yang Bermanfaat Menurut Al Ghazali, Waspadai Tipuan Setan dan Ulama Suu

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa tidak semua ilmu otomatis membawa seseorang kepada keselamatan. Dalam kitab Bidayatul Hidayah, ulama besar yang dijuluki Hujjatul Islam itu menjelaskan ciri-ciri ilmu yang bermanfaat sekaligus memperingatkan bahaya ilmu yang justru menyeret pemiliknya kepada kebinasaan.

Menurut Al Ghazali, ukuran keberhasilan ilmu bukanlah banyaknya hafalan, luasnya wawasan, atau tingginya kedudukan seseorang di tengah masyarakat. Ilmu yang benar-benar bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT dan memperbaiki keadaan batinnya.

Al Ghazali menulis:

وَالْعِلْمُ النَّافِعُ مَا يَزِيدُ فِي خَوْفِكَ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى، وَيَزِيدُ فِي بَصِيرَتِكَ بِعُيُوبِ نَفْسِكَ، وَيَزِيدُ فِي مَعْرِفَتِكَ بِعِبَادَةِ رَبِّكَ عَزَّ وَجَلَّ، وَيُقَلِّلُ مِنْ رَغْبَتِكَ فِي الدُّنْيَا، وَيَزِيدُ فِي رَغْبَتِكَ فِي الْآخِرَةِ، وَيَفْتَحُ بَصِيرَتَكَ بِآفَاتِ أَعْمَالِكَ حَتَّى تَحْتَرِزَ مِنْهَا، وَيُطْلِعُكَ عَلَى مَكَائِدِ الشَّيْطَانِ وَغُرُورِهِ.

Wal-'ilmun nāfi'u mā yazīdu fī khaufika minallāhi ta'ālā, wa yazīdu fī baṣīratika bi 'uyūbi nafsika, wa yazīdu fī ma'rifatika bi 'ibādati rabbika 'azza wa jalla, wa yuqallilu min raghbatika fid-dunyā, wa yazīdu fī raghbatika fil-ākhirah, wa yaftaḥu baṣīrataka bi āfāti a'mālika ḥattā taḥtariza minhā, wa yuṭli'uka 'alā makā'idisy-syaithāni wa ghurūrih.

"Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menambah rasa takutmu kepada Allah Ta'ala, menambah penglihatanmu terhadap aib-aib dirimu sendiri, menambah makrifatmu dalam beribadah kepada Tuhanmu, mengurangi kecintaanmu kepada dunia, menambah kerinduanmu kepada akhirat, membuka penglihatanmu terhadap penyakit-penyakit amalmu sehingga engkau dapat menghindarinya, serta membuatmu mengetahui tipu daya dan jebakan setan."

Berdasarkan penjelasan tersebut, Al Ghazali menyebut sedikitnya tujuh tanda ilmu yang bermanfaat.

Pertama, ilmu membuat seseorang semakin takut kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Innamā yakhsyallāha min 'ibādihil-'ulamā'.

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama." (QS Fatir: 28).

Kedua, ilmu membuat seseorang semakin mudah melihat kekurangan dan aib dirinya sendiri. Semakin tinggi ilmunya, semakin kecil keinginannya untuk dipuji manusia.

Ketiga, ilmu menambah makrifat kepada Allah SWT. Ilmu yang benar akan mengantarkan seseorang semakin mengenal Tuhannya sehingga keimanan dan ketundukannya terus bertambah.

Keempat, ilmu mengurangi kecintaan kepada dunia. Orang yang memperoleh ilmu bermanfaat tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya.

Kelima, ilmu meningkatkan kecintaan kepada amal-amal akhirat. Pengetahuan yang dimiliki mendorongnya memperbanyak ibadah, kebaikan, dan amal saleh sebagai bekal kehidupan setelah mati.

Keenam, ilmu membuka mata terhadap penyakit-penyakit batin dalam amal, seperti riya, ujub, sombong, dan keinginan dipuji manusia.

Ketujuh, ilmu membuat seseorang waspada terhadap berbagai tipu daya setan yang berusaha merusak keikhlasan dan menghalangi manusia dari jalan Allah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |