REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Pemerintah Ukraina mulai mengirimkan kelompok ahli militer pertamanya ke kawasan Teluk dalam hitungan hari. Langkah itu untuk membantu negara-negara Arab dalam melawan drone Shahed-136 rancangan Iran, kata Presiden Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy di Kyiv pada 8 Maret 2026.
Ukraina berpengalaman menangkal drone Geran-2 asal Rusia. Teknologi drone Shahed diproduksi massal di Rusia untuk digunakan menyerang Ukraina. Zelenskyy mengumumkan pengerahan tersebut selama konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Belanda Rob Jetten.
Adalah Sting, drone pencegat yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama Wild Hornets di Ukraina, yang sukses menghancurkan UAV musuh saat terbang. Jika harga Shahed atau Geran sekitar 20 ribu dolar AS atau sekitar Rp 338 juta per unit maka biaya produksi Sting diperkirakan hanya 1.000 dolar atau sekitar Rp 16,9 juta.
Dia mengkonfirmasi, spesialis Ukraina akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk memberikan keahlian militer dan bantuan praktis dalam melawan serangan drone. Menurut Ukrinform, Zelenskyy mengatakan, tim tersebut akan mencakup para ahli dan personel militer yang berpengalaman dalam mempertahankan Ukraina dari drone tipe Shahed yang banyak digunakan oleh Rusia selama perang.
"Saya pikir minggu depan, ketika para ahli berada di lapangan, mereka akan melihat, menilai, dan membantu, karena mereka pergi dengan kemampuan untuk membantu segera," kata Zelenskyy.
Menurut Ukrinform, beberapa kelompok spesialis Ukraina diperkirakan akan dikerahkan ke wilayah tersebut. Peran mereka akan mencakup memberi nasihat kepada pasukan pertahanan lokal tentang penanggulangan ancaman pesawat tak berawak dan berbagi pengalaman operasional yang diperoleh selama bertahun-tahun serangan drone skala besar terhadap Ukraina.
Zelenskyy mengatakan, inisiatif itu mengikuti permintaan dari Amerika Serikat (AS), yang meminta Ukraina untuk membantu mitra di Timur Tengah mempertahankan diri dari drone buatan Iran. "Ukraina memiliki keahlian dan pengalaman. Semua negara mengakui bahwa ini adalah pengalaman terbesar saat ini, dan kami memiliki produksi yang relevan. Kita harus berbagi pengalaman ini dengan teman dan mitra dekat kita di Eropa," kata Zelenskyy.
Menurut dia, negara-negara Teluk telah menunjukkan minat untuk memperoleh teknologi antidrone Ukraina, termasuk drone pencegat yang dirancang untuk menghancurkan amunisi jelajah tipe Shahed. Zelenskyy menyebut, Kyiv siap mengekspor sistem tertentu asalkan tidak dibutuhkan oleh pasukan Ukraina. "Kami siap menjual volume yang tidak digunakan oleh pasukan kami," ucap Zelenskyy.
.png)
18 hours ago
8
















































