Reaksi para pemain Tottenham Hotspur setelah gawangnya dijebol Crystal Palace dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, Jumat (6/3/2026) dini hari WIB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tottenham Hotspur makin tenggelam dalam krisis. Harapan untuk menjauh dari zona degradasi justru makin tipis setelah Spurs dipermalukan Crystal Palace 1-3 di kandang sendiri pada lanjutan Liga Primer Inggris, Jumat (6/3/2026) dini hari WIB.
Sempat unggul lebih dulu, Tottenham malah runtuh sebelum turun minum. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Spurs yang kini tanpa kemenangan dalam 11 pertandingan liga, rekor terburuk klub dalam setengah abad terakhir.
Tuan rumah sebenarnya membuka harapan ketika Dominic Solanke mencetak gol pada menit ke-34. Penyerang Inggris itu memanfaatkan peluang di kotak penalti untuk membawa Tottenham memimpin 1-0. Saat itu, kemenangan pertama Spurs di liga sepanjang 2026 seolah sudah di depan mata.
Namun, momentum berubah drastis menjelang akhir babak pertama. Bek Tottenham Micky van de Ven diusir keluar lapangan setelah menarik Ismaila Sarr di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih sekaligus mengganjar Van de Ven dengan kartu merah.
Sarr yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangan penaltinya sukses mengecoh kiper Guglielmo Vicario untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Petaka Tottenham belum berhenti. Pada menit pertama waktu tambahan babak pertama, Adam Wharton mengirim umpan matang yang diselesaikan Jorgen Strand Larsen lewat tembakan rendah ke sudut gawang Vicario.
Wharton kembali jadi arsitek gol Palace tak lama kemudian. Umpan terukurnya disambar Sarr untuk membawa tim tamu berbalik unggul 3-1 sebelum jeda.
Bermain dengan 10 orang membuat Tottenham kesulitan bangkit pada babak kedua. Suasana stadion bahkan terasa makin muram ketika sebagian kursi mulai kosong sebelum laga berakhir.
Hasil ini menjadi kekalahan liga kelima berturut-turut bagi Spurs. Mereka kini tertahan di posisi ke-16 klasemen dengan 29 poin dari 29 pertandingan, hanya satu angka di atas dua tim yang sedang bangkit, Nottingham Forest dan West Ham United. West Ham menghuni batas atas zona degradasi alias peringkat 18.
Situasi ini membuat Tottenham berada di wilayah berbahaya. Klub London itu terakhir kali terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris pada 1977.
Pelatih interim Igor Tudor yang ditunjuk bulan lalu untuk menggantikan Thomas Frank juga belum mampu mengangkat performa tim. Dari tiga laga liga yang dipimpinnya, semuanya berakhir dengan kekalahan.
Tottenham memang masih bertahan di Liga Champions dan akan menghadapi Atletico Madrid pada babak 16 besar. Namun prioritas utama Spurs saat ini jelas, yakni menyelamatkan diri dari ancaman degradasi yang semakin nyata.
sumber : Reuters
.png)
4 hours ago
2















































