REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN— Sebanyak lebih dari 100 pendakwah se-Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ikut serta dalam pelatihan Trainer of Trainer dalam literasi layanan syariah BPJS Kesehatan.
Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan, C Falah Rakhmatiana, menjelaskan kegiatan bertajuk Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) tersebut wujud komitmen BPJS Kesehatan menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara sistem, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritual masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar forum silaturahim dan pembelajaran, melainkan juga menjadi ruang untuk memperkuat ikhtiar bersama dalam menghadirkan perlindungan kesehatan yang membawa rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (5/5/2026).
Menurut Falah, sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses dan berorientasi pada kebutuhan peserta. Namun, dia menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak semata soal sistem dan administrasi.
“Di dalamnya ada harapan seorang ayah untuk keluarganya, ada ketenangan seorang ibu saat anaknya mendapat pelayanan kesehatan, dan ada rasa lega ketika masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi risiko sakit,” katanya.
Dia menambahkan, nilai kemanusiaan menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan JKN. Mengutip pesan Ali bin Abi Thalib, Falah mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah saudara, baik dalam iman maupun kemanusiaan.
“Nilai inilah yang sejalan dengan semangat Program JKN, bahwa setiap masyarakat berhak memperoleh perlindungan kesehatan dan kepedulian tanpa memandang latar belakangnya,” tuturnya.
Falah menjelaskan, program JKN dibangun di atas semangat gotong royong, di mana masyarakat saling membantu satu sama lain.
“Yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang membutuhkan. Ini menjadikan JKN bukan sekadar program negara, tetapi wujud kasih sayang sosial,” katanya.
Dalam konteks tersebut, BPJS Kesehatan juga menilai peran tokoh agama dan para dai sangat strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
“Melalui tutur kata yang menenangkan dan pesan-pesan yang menyejukkan, para dai mampu menghadirkan pemahaman bahwa menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari menjaga amanah kehidupan,” ujar Falah.
Di menilai, ketika pesan kesehatan disampaikan melalui pendekatan dakwah, akan tercipta perpaduan antara nilai sosial dan spiritual yang mampu menggerakkan masyarakat.
“Saat seseorang yang sehat membantu yang sakit, di situlah nilai kemanusiaan bekerja. Saat keluarga merasa terlindungi dari beban biaya kesehatan, di situlah hadir rasa tenang dan harapan,” katanya.
.png)
7 hours ago
4
















































