Menuju Net Zero 2060, PLN Beberkan Tantangan Integrasi EBT pada Sistem Kelistrikan Jamali

4 hours ago 2

Senior Manager Operasi Sistem PLN UIP2B Jamali, Elvanto Yanuar Ikhsan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – PT PLN memaparkan tantangan teknis integrasi energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) sebagai upaya mendukung target net zero emission 2060. Isu keandalan sistem menjadi perhatian utama seiring meningkatnya penetrasi pembangkit energi terbarukan.

Pembahasan tersebut disampaikan melalui program PLN Mengajar yang digelar PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Jamali di Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan praktisi sistem kelistrikan untuk menjelaskan langsung dinamika operasional jaringan listrik skala besar kepada mahasiswa.

Senior Manager Operasi Sistem Elvanto Yanuar Ikhsan menjelaskan masuknya pembangkit EBT membawa tantangan baru terhadap stabilitas sistem tenaga listrik karena karakter energinya yang tidak stabil. “Kompleksitas beban di sistem Jamali kian meningkat seiring masuknya variabel Energi Baru dan Terbarukan. Sistem harus siap menghadapi variabilitas dan stabilitas kelistrikan,” kata Elvanto.

Menurut Elvanto, perubahan frekuensi sistem serta berkurangnya inersia jaringan menjadi konsekuensi teknis yang harus diantisipasi operator sistem. Kondisi ini menuntut penguatan pengelolaan operasi agar transisi energi tidak mengganggu keandalan pasokan listrik nasional.

PLN menyiapkan sejumlah pendekatan teknologi untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan di era EBT, antara lain pengembangan smart grid, digitalisasi sistem proteksi, serta pemanfaatan battery energy storage system (BESS). Teknologi tersebut memungkinkan sistem merespons fluktuasi produksi listrik dari pembangkit surya dan angin secara lebih cepat.

Data sistem Jamali menunjukkan bauran energi masih didominasi pembangkit batu bara sebesar 60,2 persen, diikuti gas 30,5 persen, EBT 8,4 persen, dan sumber lain 0,9 persen. Angka tersebut menunjukkan ruang peningkatan pemanfaatan EBT masih terbuka, namun memerlukan kesiapan teknis sistem kelistrikan yang memadai.

PLN juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia untuk mendukung transisi energi. Melalui kegiatan PLN Mengajar, mahasiswa teknik elektro diperkenalkan pada tantangan operasional nyata sistem tenaga listrik agar siap menghadapi perubahan sektor energi di masa depan.

Manager Analisis dan Evaluasi Operasi Sistem Suci Rositawati serta Assistant Manager Pengelolaan Data Aplikasi dan Data Operasi Real Time Bilkis Mukhlisoti turut memberikan pemaparan teknis terkait pengelolaan data operasi sistem secara real-time.

PLN menilai kolaborasi antara industri kelistrikan dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengelola sistem energi rendah karbon secara andal sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |