Seruan Hamas untuk Dunia Islam Pasca Gugurnya Ali Larijani

5 hours ago 3

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Larijani mengikuti pawai Hari al-Quds di Teheran, Jumat (13/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Faksi pejuang bersenjata Hamas kembali menyerukan persatuan dan solidaritas Islam terhadap Iran. Penyampaian itu menyusul syahidnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. Melalui pernyataan terbuka, Hamas mengingatkan pembunuhan yang dilakukan Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap pemimpin-pemimpin di Iran, merupakan kelanjutan atas kejahatan untuk menargetkan seluruh kawasan di Timur Tengah (Timteng).   

“Kami Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada Republik Islam Iran, kepemimpinan, dan seluruh rakyatnya atas gugurnya Ali Larijani,” begitu pernyataan Hamas melalui saluran Telegram, Rabu (18/3/2026).

“Kami kembali mengingatkan solidaritas kita bersama dengan Republik Islam Iran, yang menjadi sasaran agresi Zionis-Amerika. Dan kami menegaskan, bahwa agresi ini adalah kelanjutan atas kejahatan yang juga akan menargetkan keamanan dan stabilitas bersama di kawasan,” sambung pernyataan itu.

Hamas mengenang Ali Larijani, seperti halnya almarhum Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin-pemimpin di Iran yang selalu konsisten dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. “Kami mengenang dengan penuh penghormatan atas sikap terhormat pemimpin-pemimpin Iran yang menjadi martir, yang selama ini mendukung perjuangan dan pengembalian hak-hak rakyat Palestina,” ujar pernyataan Hamas. Faksi pejuang di Gaza itu, kembali mengingatkan pemimpin-pemimpin Islam di seluruh dunia, untuk melawan setiap agresi Zionis dan AS.

Agresi yang dilakukan Zionis-AS terhadap Iran, membuat kawasan Timteng menjadi zona perang terbuka. Zionis-AS hingga kini masih melakukan pengeboman ke fasilitas-fasilitas penting di wilayah Iran dan menargetkan tokoh-tokoh militer, serta para politikus berpengaruh di Iran. Militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bertahan dengan melakukan perlawanan balasan. Iran membalas dengan menembakkan drone-drone serbu, dan rudal-rudal canggihnya ke wilayah penajajahan Israel di Palestina.

Iran juga menutup Selat Hormuz yang merupakan perairan utama lalu lintas ekspor minyak fosil dan gas cair ke seluruh dunia. Penutupan Selat Hormuz itu diprediksi bakal membuat krisis enerji di seluruh dunia dengan peningkatan harga bahan bakar minyak, maun gas alam. AS-Zionis membujuk negara-negara sekutu lainnya di Eropa untuk membantu menyerang Iran dengan merebut kembali Selat Hormuz. Akan tetapi negara-negara sekutu menolak membantu memerangi Iran yang dimotori duo agresor AS-Zionis itu.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |