Logo Facebook, Whatsapp, dan Instagram. Instagram diramaikan oleh kabar mengenai penurunan jumlah pengikut (followers) secara drastis. Ribuan pengguna, mulai dari individu biasa hingga pesohor kelas dunia, melaporkan kehilangan pengikut dalam jumlah yang signifikan hanya dalam hitungan jam.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Instagram diramaikan oleh kabar mengenai penurunan jumlah pengikut (followers) secara drastis. Ribuan pengguna, mulai dari individu biasa hingga pesohor kelas dunia, melaporkan kehilangan pengikut dalam jumlah yang signifikan hanya dalam hitungan jam.
Fenomena ini memicu spekulasi luas di kalangan warganet bahwa Instagram tengah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun bot dan akun tidak aktif. Laporan dari berbagai penjuru dunia menunjukkan bahwa tren ini bukanlah kejadian isolasi, melainkan sebuah pola yang memengaruhi ekosistem digital secara global. Pengguna melaporkan penurunan angka yang mencolok, yang kemudian memicu diskusi hangat mengenai kebijakan moderasi konten dan integritas platform milik Meta tersebut.
Salah satu nama besar yang dikabarkan terdampak secara signifikan adalah bintang realitas dan pengusaha kosmetik, Kylie Jenner. Laporan menyebutkan bahwa Jenner kehilangan jutaan pengikut selama periode pembersihan tersebut.
Tidak hanya Jenner, penyanyi Madison Beer juga dilaporkan mengalami nasib serupa. Seorang pengguna di platform Reddit mencatat bahwa Beer kehilangan sekitar 400 ribu pengikut dalam waktu singkat.
Bagi para figur publik ini, jumlah pengikut bukan sekadar angka kesombongan, melainkan metrik kunci yang menentukan pengaruh online, nilai kontrak kerja sama dengan merek, serta tingkat keterlibatan (engagement) audiens. Penurunan drastis ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai validitas basis penggemar di media sosial dan bagaimana algoritma bekerja dalam mengidentifikasi akun yang dianggap "tidak layak" berada di platform tersebut.
Meskipun pihak Meta belum mengeluarkan pernyataan detail mengenai gelombang penurunan saat ini, praktik penghapusan akun palsu dan tidak aktif secara periodik sebenarnya merupakan prosedur standar bagi hampir semua platform media sosial. Instagram secara rutin mengonfirmasi bahwa mereka secara aktif menghapus akun yang melanggar kebijakan, termasuk profil spam dan akun palsu, demi menjaga keandalan serta autentisitas platform.
Berdasarkan kebijakan transparansi Meta, langkah-langkah pembersihan ini bertujuan untuk meningkatkan integritas platform, mengurangi penyebaran spam, dan memastikan bahwa metrik keterlibatan yang ditampilkan adalah akurat. Dengan kata lain, apa yang terlihat sebagai "kerugian" bagi pemilik akun sebenarnya adalah upaya Instagram untuk menyajikan data yang lebih jujur mengenai siapa sebenarnya yang berinteraksi dengan konten tersebut.
Ini bukan pertama kalinya Instagram melakukan pembersihan skala besar. Platform ini pernah melakukan penyisiran periodik yang menyebabkan penurunan jumlah pengikut secara merata di seluruh dunia, yang sering kali dijuluki oleh netizen sebagai "Instagram Purge."
.png)
1 hour ago
2
















































