Sean Penn Absen di Oscar Demi Temui Presiden Zelenskyy di Ukraina

6 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Aktor Hollywood Sean Penn melewatkan acara penghargaan Academy Awards untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ukraina. Zelenskyy pun menyampaikan terima kasih kepada Penn dan menyebutnya sebagai “sahabat sejati” bagi negaranya.

Penn sebenarnya meraih Oscar ketiganya pada Senin (16/3/2026) pagi untuk kategori aktor pendukung berkat perannya sebagai Kolonel Lockjaw dalam film One Battle After Another garapan sutradara Paul Thomas Anderson. Namun, ia tidak hadir dalam malam penganugerahan tersebut.

Sebaliknya, dilansir dari Variety, Selasa (17/3/2026), Penn memilih melakukan perjalanan ke Ukraina untuk bertemu Zelenskyy. Pemimpin Ukraina itu kemudian mengunggah foto kebersamaan mereka di platform X, sembari menyampaikan apresiasi kepada aktor sekaligus aktivis tersebut.

“Sean, berkat Anda, kami tahu seperti apa sahabat sejati Ukraina. Anda telah berdiri bersama Ukraina sejak hari pertama perang skala penuh. Itu masih berlaku hingga hari ini. Kami juga tahu Anda akan terus berdiri bersama negara dan rakyat kami,” tulis Zelenskyy.

Pemenang aktor pendukung tahun lalu, Kieran Culkin, yang menyerahkan penghargaan tersebut pada malam itu, mengatakan Penn tidak dapat hadir dalam acara tersebut.

“Sean Penn tidak bisa berada di sini malam ini atau mungkin tidak ingin datang, jadi saya akan menerima penghargaan ini atas namanya,” ujar Culkin saat membacakan pemenang.

Dalam wawancara pada program Actors on Actors milik Variety tahun lalu bersama Julia Roberts, Penn sempat menceritakan bahwa ia melanggar aturan larangan merokok di ajang Golden Globe Awards dengan menyalakan rokok selama acara berlangsung.

Pada Golden Globes 2026, Penn kalah dalam kategori aktor pendukung terbaik dari Stellan Skarsgård untuk film Sentimental Value. Meski kemudian memenangkan penghargaan Actor Award dan BAFTA Awards, ia juga tidak menghadiri kedua seremoni tersebut.

Saat tampil dalam Lumiere Film Festival tahun lalu, Penn berbicara tentang aktivitas aktivismenya, termasuk film dokumenter -Superpower yang ia sutradarai bersama Aaron Kaufman, mengenai pertemuannya dengan Zelenskyy. Penn mengatakan aktivitas aktivisme, pembuatan film, hingga pekerjaannya membuat furnitur pada dasarnya berasal dari dorongan yang sama.

“Saya tidak tahu apakah saya membedakan antara bangun pagi dan pergi ke bengkel untuk membuat furnitur dengan pergi ke lokasi syuting untuk berakting atau menyutradarai film, atau apa pun yang saya lakukan di organisasi nirlaba maupun melalui dokumenter Superpower,” kata Penn.

Menurut dia, semua aktivitas tersebut pada dasarnya bertujuan memberikan nilai tambah, meski terkadang seseorang bisa saja justru memperkeruh situasi.

“Anda harus menimbang risiko dan manfaat dari setiap tindakan bagi situasinya, bukan bagi diri sendiri,” ujarnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |