Seorang perempuan Iran menangis saat berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN -- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya telah gagal mewujudkan rencana mereka untuk memecah belah Iran.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Tasnim News pada Sabtu (7/3/2026), Ali Larijani mengatakan bahwa tujuan utama Amerika Serikat dan sekutunya adalah memecah belah Iran. Namun, solidaritas yang ditunjukkan oleh rakyat Iran serta pengelolaan negara selama masa perang telah menggagalkan rencana tersebut.
“Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump dan para sekutunya, serta kaum Zionis (Israel) dan beberapa aktor regional, secara terang-terangan menyatakan tujuan utama mereka dalam pidato-pidato mereka. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah memecah belah Iran,” kata Larijani.
“Tujuan mereka bukan sekadar menciptakan perubahan kecil di Iran. Dari sudut pandang Israel terhadap negara besar seperti Iran, perubahan kecil seperti itu pada dasarnya tidak berarti. Karena itu, tujuan mereka adalah disintegrasi Iran. Kekhawatiran utama mereka adalah Iran itu sendiri,” tambahnya.
Merujuk pada pernyataan presiden AS dan unggahannya di media sosial yang mengklaim bahwa Iran sedang terpecah, Larijani mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa tujuan utama mereka sejak awal perang adalah menciptakan kondisi bagi terjadinya disintegrasi Iran.
Sumber:
.png)
2 hours ago
1















































