REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Kawasan wisata Candi Prambanan diprediksi akan dipadati ratusan ribu wisatawan selama masa libur Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan tersebut, pengelola menambah kapasitas parkir hingga dua kali lipat dari kondisi normal.
"Alokasi lahan parkir kami tambah dua kali lipat dari biasanya hanya 500 unit roda empat menjadi 1.000 unit selama libur Lebaran ini," ujar Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM) Indung Purwita Jati saat dijumpai di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (18/3/2026).
"Penambahannya memang sampai dua kali lipat. Berdasarkan pengalaman kami, tahun ini sudah kami antisipasi minimal dua kali lipat untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung," ucapnya menambahkan.
Indung menjelaskan, seluruh penambahan alokasi parkir tetap menggunakan area di dalam kompleks candi. Hal ini dilakukan agar arus keluar-masuk pengunjung tetap teratur dan tidak menimbulkan kemacetan di jalan utama sekitar objek wisata.
Selain penambahan kapasitas parkir, pengelola juga menyiapkan rekayasa lalu lintas bersama aparat setempat, mulai dari kepolisian hingga dinas perhubungan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, mengingat akses utama menuju kawasan Candi Prambanan berada di jalur padat Jalan Raya Yogyakarta–Solo yang juga menjadi salah satu lintasan utama arus mudik menuju Solo hingga Surabaya.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat setempat, mulai dari kepolisian, Forkopimda, hingga Dinas Perhubungan, untuk mengawal dan menyambut para pengunjung di Candi Prambanan," katanya.
Pelaksana Tugas Direktur Utama IDM, Joel Siahaan menyampaikan, jumlah kunjungan wisatawan selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu. InJourney, kata dia, memproyeksikan arus wisatawan ke sejumlah destinasi cagar budaya yang mereka kelola akan meningkat 3 hingga 5 persen.
Candi Prambanan sendiri diperkirakan akan menerima sekitar 129.000 pengunjung selama periode libur Lebaran tersebut. "Kami mengelola beberapa destinasi, termasuk ada Taman Mini Indonesia Indah, Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Keraton Ratu Boko total pengunjung yang kita ekspektasikan akan berkunjung ke seluruh destinasi tadi, kurang lebih 391.000," ungkap Joel.
"Peningkatan kunjungan kami prediksi mulai hari libur pertama Lebaran," kata dia.
Corporate Communication Manager InJourney, Pardika Dewi, menilai momentum libur Lebaran menjadi peluang strategis untuk mendorong pergerakan wisatawan domestik. "InJourney sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata memandang momentum libur Lebaran sebagai peluang strategis untuk mendorong peningkatan trafik domestik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah turut memperpanjang periode mobilitas masyarakat, sehingga memberikan dampak positif bagi pergerakan wisatawan," ujarnya.
.png)
3 hours ago
1














































