REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan ribu orang telah memadati jalanan menuju kampung halaman, tandanya arus mudik telah dimulai. Pada Sabtu (14/3/2026) malam, kendaraan pemudik mulai memadati rest area KM 57 Tol Jakarta - Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 18.30 WIB, mobil para pemudik terus berdatangan dari arah Jakarta. Sebagian besar pemudik datang dalam keluarga.
Kendati banyak tempat makan di rest area tersebut, tak sedikit pemudik yang memilih buka puasa di lahan parkir. Ada yang membentang tikar sebagai alas duduk, ada juga yang duduk tanpa alas dekat mobil tunggangan mereka.
Usai melaksanakan buka puasa, para pemudik memadati Masjid At-Taubah untuk melaksanakan salat Isya.
Sebagian yang lain terlihat berlalu-lalang di sekitar rest area sambil menunggu jam yang tepat untuk melanjutkan perjalanan. Salah satu pemudik asal Kranggan, Bekasi bernama Heria (53) mengaku hendak mudik ke kampung halamannya di Indramayu.
"Kita satu mobil satu keluarga. Ada anak saya tiga orang sama cucu satu," kata Heria di lahan parkir rest area sambil menyantap nasi padang menu berbuka bersama keluarganya.
Heria sekeluarga berangkat dari Kranggan pukul 16.00 WIB dan tiba di rest area KM 57 sekitar pukul 18.30 WIB.
"Di tol sih tadi enggak macet banget ya, tapi dari Kranggan masuk tol, itu tadi benar-benar berhenti total. Tapi Alhamdullilah sudah sampai sini," ujar dia.
Setelah menyantap menu berbuka dan shalat Isya, dirinya akan melanjutkan perjalanannya ke Indramayu.
"Habis Isya sebentar, lanjut ke Indramayu," katanya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau kondisi arus transportasi dan titik-titik mudik di wilayah Jawa Barat, pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memantau secara langsung situasi lalu lintas di salah satu jalur utama mudik pada masa awal arus mudik. Titik pertama pemantauan adalah Cirebon.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan bahwa pergerakan kendaraan pada periode awal arus mudik mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan Jasa Marga, hingga saat ini volume kendaraan tercatat meningkat sekitar 14 persen dibandingkan kondisi hari normal.
“Sejauh ini memang sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan dari Jasa Marga, hingga hari ini terjadi peningkatan sekitar 14 persen,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) sehingga distribusi waktu mudik dapat lebih merata dan potensi kemacetan dapat dikurangi.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai potensi hambatan lalu lintas yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik. Menhub secara khusus mengimbau agar kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti aktivitas warga yang mencari koin dari pengguna jalan di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu, dapat dihentikan.
“Kami berharap kegiatan tersebut tidak berlanjut. Pada saat arus mudik nanti jumlah kendaraan akan sangat banyak sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Yang paling penting, kami juga mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita yang berada di kawasan Kalisewo tersebut,” sebut Dudy.
Usai melakukan peninjauan di Cirebon, Dudy melanjutkan perjalanan ke Subang melalui jalur darat. Hal tersebut untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama yang menjadi lintasan pemudik. Selain itu, Dudy juga memantau langsung kondisi titik-titik rawan kepadatan serta kesiapan fasilitas pendukung keselamatan perjalanan. Peninjauan pun ditutup dengan kembali ke Jakarta melalui jalur Pantura.
“Peninjauan melalui jalur darat ini penting agar kami dapat melihat secara langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari kelancaran arus lalu lintas, kesiapan rambu dan fasilitas keselamatan, hingga potensi titik kemacetan. Dengan begitu, langkah antisipasi dapat disiapkan lebih optimal demi memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, lancar, serta nyaman,” kata Dudy.
Bertolak ke Jakarta, Dudy dan rombongan turut pula menyusuri jalur pantura guna memantau jalan arteri nontol yang digunakan pemudik.
sumber : ANTARA
.png)
4 hours ago
1














































