Program Jet Tempur F-35 Turki: Dihadang Kongres AS, Ditakuti dan Ditolak Israel

6 hours ago 6

Pesawat F-35 di RAF Marham berjalan menuju landasan pacu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang terjadinya perubahan besar dalam kebijakan Washington terhadap Turki setelah menyatakan, dalam pertemuan puncak NATO, bahwa ia pasti akan mempertimbangkan penjualan pesawat tempur F-35 kepada Ankara.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai langkah mundur dari keputusan yang diambil pada masa jabatan pertamanya, ketika Turki dikeluarkan dari program F-35 akibat pembelian sistem pertahanan udara Rusia S-400.

Namun, pernyataan Trump yang disambut positif di Turki itu segera berhadapan dengan dua hambatan utama: undang-undang Amerika Serikat yang melarang penjualan F-35 selama sistem rudal S-400 masih dimiliki militer Turki, serta penolakan Israel yang menilai kepemilikan pesawat tersebut oleh Ankara dapat mengurangi keunggulan militernya di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Financial Times, dikutip Aljazeera, Kamis (9/7/2026) Trump tidak hanya mengisyaratkan kemungkinan mengembalikan Turki ke program F-35, tetapi juga menyatakan keinginannya untuk mencabut sanksi yang dikenakan terhadap Ankara.

"Kami tidak ingin menjatuhkan sanksi kepada sahabat," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa Turki telah menunjukkan loyalitas yang lebih besar dibandingkan sejumlah negara lain.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sindiran kepada beberapa sekutu Eropa yang selama ini kerap dikritiknya karena dianggap tidak menanggung beban pertahanan NATO secara adil.

Sikap Trump ini merupakan perubahan besar dari kebijakan Amerika Serikat sejak tahun 2019, ketika Turki dikeluarkan dari program pesawat tempur siluman F-35 setelah membeli sistem pertahanan udara Rusia S-400.

Saat itu, Washington khawatir pengoperasian kedua sistem secara bersamaan dapat membuka akses terhadap rahasia teknologi militer Amerika yang sangat sensitif.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |